Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

CORE Indonesia: Konflik Iran-Israel Berpotensi Dorong Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

Media Indonesia
01/3/2026 13:28
CORE Indonesia: Konflik Iran-Israel Berpotensi Dorong Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel
Pekerja memeriksa instalasi pipa hydrant di area tangki BBM di Kilang Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025).(Antara)

KETEGANGAN geopolitik antara Iran dan Israel dinilai berisiko memicu lonjakan harga minyak global. Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mengingatkan bahwa eskalasi konflik dapat memberikan tekanan signifikan terhadap pasar energi dunia.

Faisal menjelaskan saat ini harga minyak berada di kisaran US$70 per barel. Namun, jika konflik berlanjut, harga bisa naik ke US$80 per barel.

Ia menambahkan, risiko terbesar terjadi apabila jalur distribusi energi di Selat Hormuz terganggu. Kawasan ini merupakan rute vital bagi sekitar 20% perdagangan minyak global. Gangguan di wilayah tersebut berpotensi mendorong harga minyak mentah melonjak tajam hingga melampaui US$100 per barel.

"Kalau sudah sampai US$100 per barel, itu masuk zona tinggi, rekor. Beberapa tahun terakhir kita tidak mengalami kenaikan setinggi itu, terakhir ketika awal perang Rusia-Ukraina," katanya, Minggu (1/3).

Menurut Faisal, konflik bersenjata antara Iran dan Israel juga berpotensi meluas menjadi konflik regional yang melibatkan Amerika Serikat. Dukungan dari Tiongkok serta negara-negara lain yang berada di belakang Iran dinilai dapat memperpanjang ketegangan.

"Ada kemungkinan perang ini berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan," ujarnya.

Dampak terhadap Indonesia pun dinilai tak terhindarkan. Faisal menyebut kenaikan harga minyak dunia akan langsung memengaruhi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, terutama untuk BBM nonsubsidi yang mengikuti mekanisme pasar internasional.

Namun, ia mengingatkan bahwa potensi penyesuaian harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar menjadi perhatian utama, mengingat produk tersebut banyak digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Peningkatan harga ini tentu saja berpotensi mempengaruhi inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat pada umumnya," kata Faisal.

Di sisi lain, situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan besar dan menimbulkan korban sipil.

Sebagai respons, Iran melepaskan serangan rudal ke wilayah Israel serta menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Media resmi Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat tersebut.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu mengumumkan dimulainya operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Iran menyusul konfirmasi syahidnya Khamenei.

Perkembangan konflik Iran-Israel ini terus menjadi perhatian pasar global, terutama karena dampaknya terhadap harga minyak dunia, inflasi, serta stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya