Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Gelombang demonstrasi besar-besaran pecah di seluruh penjuru Iran pada Minggu (1/3). Jutaan warga turun ke jalan untuk mengecam Amerika Serikat (AS) dan Israel menyusul gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan militer terkoordinasi.
Perkembangan ini secara dramatis meningkatkan tensi geopolitik di Timur Tengah dan memicu reaksi publik yang luar biasa di berbagai kota besar Iran. Warga menganggap serangan tersebut sebagai tindakan agresi yang tidak dapat ditoleransi.
Berdasarkan laporan media lokal, para demonstran yang membawa bendera Iran dan poster Khamenei berkumpul di pusat-pusat kota untuk menyuarakan kesedihan dan kemarahan mereka. Di Teheran, konsentrasi massa terbesar terlihat di Lapangan Inkilap, di mana slogan-slogan yang mengutuk AS dan Israel terus menggema.
Di kota suci Qom, warga berkumpul di makam Hazrat Masume untuk mengecam serangan tersebut. Sementara itu, di Mashhad, para pelayat membentangkan bendera hitam di atas kubah Makam Imam Reza sebagai simbol duka nasional.
Makam tersebut merupakan salah satu situs keagamaan paling dihormati di Iran, di mana ribuan orang terlihat meneteskan air mata di sekitar area makam.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Khamenei kehilangan nyawanya selama serangan gabungan AS-Israel. Otoritas menyatakan bahwa "pemimpin revolusi Islam Iran telah mencapai kemartiran" saat sedang menjalankan tugasnya di kantor kepresidenan di Teheran pada Sabtu pagi.
Pemerintah Iran secara tegas membantah klaim yang menyebutkan Khamenei sedang bersembunyi di bunker bawah tanah saat serangan berlangsung.
Mereka menekankan bahwa sang pemimpin tetap berada di tengah masyarakat hingga akhir hayatnya, mencerminkan peran kepemimpinan publik yang ia jalankan sepanjang hidup.
Laporan dari sumber internal Iran menyebutkan bahwa serangan tersebut juga menewaskan beberapa anggota keluarga dekat Khamenei, termasuk:
Selain keluarga inti, serangan militer tersebut mengakibatkan jatuhnya banyak korban sipil. Berdasarkan data terbaru dari Bulan Sabit Merah Iran, tercatat 201 orang meninggal dunia dan 747 orang lainnya mengalami luka-luka.
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Masa Berkabung | 40 Hari Nasional |
| Hari Libur Resmi | 7 Hari |
| Lokasi Serangan | Kantor Pemimpin Tertinggi, Teheran |
Pemerintah Iran kini telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan hari libur resmi selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei.
Secara khusus menyapa pemudik yang kembali ke tanah kelahiran dan atas nama pribadi, keluarga, serta Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat datang kembali.
UMAT Muslim di Iran tetap melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3) waktu setempat meski situasi keamanan memburuk akibat perang melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus berkecamuk.
KETEGANGAN di kawasan Teluk kembali meningkat setelah militer Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Uni Emirat Arab (UEA) terkait potensi serangan dari wilayah negara tersebut.
Pemerintahan Trump dilaporkan menyiapkan pasukan darat AS untuk potensi serangan ke Iran, meski Gedung Putih menegaskan belum ada keputusan militer resmi.
Serangan itu terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara di kawasan Teluk. Dalam beberapa hari terakhir, Teheran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
Keputusan ini pun memunculkan pertanyaan besar: apakah ini murni keputusan internal Iran, atau ada dinamika geopolitik yang lebih besar di baliknya?
Kenali profil Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei yang kini menjadi Pemimpin Tertinggi Iran. Simak rekam jejak, pengaruh di IRGC, dan kontroversinya.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa seharusnya dilibatkan dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Itu disampaikanya, Kamis (5/3).
Ahmadian menambahkan bahwa proses suksesi sedang berlangsung sesuai dengan konstitusi Iran, dengan pembahasan yang dilaporkan terjadi di dalam Dewan Penjaga Konstitusi.
Ada perkiraan bahwa Israel akan terus melakukan pengeboman terhadap Iran setidaknya selama dua minggu lagi. Hal itu berdasarkan informasi terbaru dari kalangan militer Israel.
PADA Februari 2004, sejarah mencatat langkah diplomasi penting Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, saat menginjakkan kaki di Teheran, Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved