Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Tujuh Roket Israel Gempur Sekitar Kediaman Khamenei dan Istana Presiden Iran

Media Indonesia
28/2/2026 17:50
Tujuh Roket Israel Gempur Sekitar Kediaman Khamenei dan Istana Presiden Iran
Ali Khamenei.(Al Jazeera)

SITUASI di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah ibu kota Iran, Teheran, digempur serangan roket besar-besaran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini dilaporkan menyasar titik-titik paling sensitif di jantung kekuasaan Republik Islam tersebut.

Kediaman Pemimpin Tertinggi dan Istana Presiden Jadi Sasaran

Menurut laporan kantor berita Fars, sekitar tujuh roket menghantam area di dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan Istana Kepresidenan. Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik terbuka yang melibatkan kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.

Meskipun serangan mengarah ke kompleks pemerintahan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan selamat. Kantor berita Mehr, mengutip sumber internal, memastikan bahwa Presiden Pezeshkian tidak terluka dalam insiden gempuran udara tersebut.

Update Dampak Serangan:
  • Teheran: Sejumlah apartemen warga di distrik pusat hancur total akibat rudal.
  • Ledakan Susulan: Kantor berita Tasnim melaporkan dua ledakan tambahan kembali mengguncang ibu kota tak lama setelah serangan pertama.
  • Wilayah Tenggara: Kota pelabuhan Chabahar di provinsi Sistan dan Baluchestan juga dilaporkan menjadi target ledakan.

Israel Klaim Bertanggung Jawab, Status Darurat Ditetapkan

Kementerian Pertahanan Israel secara resmi menyatakan bahwa mereka telah meluncurkan serangan terhadap Iran pada Sabtu pagi (28/2). Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan balasan dari Teheran, pemerintah Israel kini menetapkan status darurat di seluruh wilayah zionis tersebut.

Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi militer berskala besar yang juga melibatkan Amerika Serikat di bawah perintah Presiden Donald Trump. Hingga saat ini, otoritas Iran belum merilis jumlah resmi korban jiwa atau luka-luka akibat hantaman rudal di distrik pemukiman warga.

Masyarakat internasional kini menyoroti potensi perang terbuka yang lebih luas di kawasan ini, mengingat target serangan kali ini menyentuh simbol supremasi kepemimpinan Iran. (Ant/I-2)

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA / Redaksi Media Indonesia



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya