Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Khamenei Akui Ribuan Warga Iran Tewas dalam Kerusuhan, Tuduh Donald Trump Sebagai Kriminal

Thalatie K Yani
19/1/2026 09:09
Khamenei Akui Ribuan Warga Iran Tewas dalam Kerusuhan, Tuduh Donald Trump Sebagai Kriminal
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.(Media Sosial X)

PEMIMPIN Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya memberikan pengakuan resmi terkait skala fatalitas dalam kerusuhan yang mengguncang Iran selama lebih dari dua pekan terakhir. Dalam pidato nasionalnya pada Sabtu waktu setempat, Khamenei mengakui ribuan warga Iran tewas dalam gejolak tersebut.

Namun, alih-alih menyoroti tindakan aparat keamanan, Khamenei justru melimpahkan seluruh kesalahan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyebut Trump sebagai "kriminal" yang secara terbuka mendorong para demonstran melalui janji dukungan militer.

“Kami menganggap Presiden AS sebagai penjahat, baik atas jatuhnya korban jiwa dan kerusakan, maupun atas fitnah yang ia tujukan terhadap bangsa Iran,” ujar Khamenei sebagaimana dikutip dari situs resminya.

Saling Tuding Terkait Dalang Kerusuhan

Aksi protes yang meletus sejak akhir Desember ini awalnya dipicu oleh kemarahan publik terhadap kondisi ekonomi yang kian terpuruk. Meski demikian, Khamenei bersikeras para "perusuh" terbagi dalam dua kategori, mereka yang didanai dan dilatih oleh AS serta Israel, serta anak muda "naif" yang dimanipulasi para pemimpin gerakan.

Di sisi lain, laporan dari lapangan memberikan gambaran yang jauh lebih kelam. Kelompok hak asasi manusia, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan lebih dari 3.600 pengunjuk rasa tewas. Saksi mata di Teheran menceritakan kepada CNN bagaimana pasukan keamanan menembaki warga sipil yang tidak bersenjata dari atap gedung dan menggunakan drone militer.

“Mereka membantai orang-orang... Mereka membunuh anak-anak kami yang paling cantik, paling hebat, dan paling berani,” ujar seorang saksi mata yang meminta anonimitas demi keamanan.

Respons Keras Donald Trump

Menanggapi tuduhan tersebut, Donald Trump bereaksi cepat dengan menyebut Khamenei sebagai "orang sakit" yang seharusnya fokus menjalankan negara dengan benar ketimbang membunuh rakyatnya sendiri. Trump menegaskan bahwa Khamenei bertanggung jawab atas kehancuran negara dan penggunaan kekerasan pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya.

"Demi menjaga negara tetap berfungsi, kepemimpinan harus fokus menjalankan negara dengan benar... dan tidak membunuh orang hingga ribuan demi mempertahankan kendali," balas Trump dalam wawancara dengan Politico.

Kondisi Terkini dan Nasib Demonstran

Pemerintah Iran sempat memutus akses internet total sejak 8 Januari untuk meredam koordinasi massa. Meski pemulihan jaringan mulai terlihat sedikit pada Sabtu pagi, konektivitas dilaporkan masih berada di level 2% dari kondisi normal.

Terkait nasib para demonstran, kekhawatiran internasional meningkat seiring penangkapan lebih dari 24.000 orang menurut data HRANA. Jaksa Teheran bahkan memberikan sinyal bahwa beberapa dari mereka dapat menghadapi hukuman mati.

Khamenei menutup pidatonya dengan menegaskan meski Iran tidak ingin memicu perang, pemerintah tidak akan membiarkan "penjahat domestik" dan "penjahat internasional" lepas begitu saja. Ia mengklaim bahwa saat ini aksi protes telah berhasil "dipadamkan" dan mendesak persatuan nasional untuk membela sistem Islam di tengah krisis ekonomi yang diakuinya sedang sulit. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya