Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Perang Pecah! Trump: AS Mulai Operasi Militer Besar-besaran ke Jantung Iran

Haufan Hasyim Salengke
28/2/2026 14:44
Perang Pecah! Trump: AS Mulai Operasi Militer Besar-besaran ke Jantung Iran
Kepulan asap membubung setelah ledakan yang dilaporkan terjadi di Teheran, Iran, pada 28 Februari 2026 saat AS dan Israel mengumumkan dimulainya serangan.(AFP)

DUNIA internasional diguncang oleh eskalasi militer besar setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi tempur gabungan terhadap Iran, Sabtu (28/2). Rentetan ledakan hebat dilaporkan mengguncang berbagai wilayah strategis, termasuk Teheran, Isfahan, Karaj, dan Kermanshah.

Kantor berita Iran, Fars, mengonfirmasi ledakan di wilayah utara dan timur Teheran tak lama setelah sirene peringatan udara berbunyi. Serangan udara dan laut ini menyasar fasilitas militer serta situs-situs penting rezim Iran.

Seorang pejabat keamanan Israel kepada Channel 12 mengungkapkan bahwa operasi ini telah direncanakan secara matang selama berbulan-bulan. "Israel mengerahkan kekuatan penuh, dan AS berada di posisi yang sama," tegas sumber tersebut. Fase awal serangan ini diperkirakan akan berlangsung selama empat hari berturut-turut.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS memulai “operasi tempur besar-besaran di Iran” beberapa waktu yang lalu. “Tujuan kami adalah membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang akan datang dari rezim Iran, sebuah kelompok kejam yang terdiri dari orang-orang yang sangat kejam dan jahat,” kata Trump dalam pernyataan video yang diposting di akun Truth Social miliknya.

Kejutan di Pagi Hari

Pemilihan waktu serangan pada jam-jam pagi hari sengaja dirancang untuk memberikan efek kejut (surprise attack) terhadap sistem pertahanan udara Iran. Rekaman media sosial menunjukkan rudal-rudal terbang rendah di wilayah udara Irak sesaat sebelum ledakan terjadi di wilayah Iran.

Sebagai dampak langsung, otoritas penerbangan di Israel dan Iran segera menutup ruang udara mereka. Di Israel, warga diminta untuk tetap berada di dekat ruang aman (safe rooms), meski perintah untuk masuk ke bungker perlindungan belum diwajibkan pada tahap ini.

Pemerintah AS melalui pejabat resminya mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan melalui koordinasi udara dan laut. Eskalasi ini menandai titik terpanas dalam konflik Timur Tengah, di mana Israel menyatakan siap menghadapi konflik berkepanjangan selama beberapa hari ke depan. (Times of Israel/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya