Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Perang Iran Menguras Kantong AS, Pentagon Ajukan Dana Lebih Dari Rp3.000 Triliun

Dhika Kusuma Winata
20/3/2026 14:48
Perang Iran Menguras Kantong AS, Pentagon Ajukan Dana Lebih Dari Rp3.000 Triliun
Anggota Angkatan Darat AS memindahkan peti jenazah di Pangkalan Angkatan Udara Dover di Dover, Delaware, pada 7 Maret 2026.(Anna Moneymaker /Getty Images via AFP)

BIAYA perang melawan Iran kian membengkak. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengakui operasi militer membutuhkan dana besar. Kebutuhan anggarannya bahkan diajukan hingga US$200 miliar (setara Rp3.386 triliun)

Besaran pasti biaya perang belum diumumkan ke publik. Nilainya sangat bergantung pada durasi operasi militer yang dimulai sejak 28 Februari lalu.

Namun, indikasi awal menunjukkan angka fantastis. Dalam enam hari pertama saja, biaya operasi dilaporkan mencapai US$11,3 miliar. Nilai tersebut dinilai masuk akal mengingat skala serangan yang melibatkan berbagai sistem persenjataan canggih.

Direktur program kebijakan global di Penn Washington, Daniel Schneiderman, menilai biaya besar itu berasal dari penggunaan amunisi presisi tinggi, sistem pencegat, intensitas sortie udara, konsumsi bahan bakar, hingga operasional dua kelompok kapal induk.

“Penggunaan rudal jelajah, sistem pertahanan seperti THAAD, bom dan rudal dari pesawat, serta dukungan logistik dan tenaga ahli, semuanya berkontribusi pada biaya yang sangat besar,” ujarnya.

Menurutnya, perang modern memang mahal. Bahkan, secara harian, konflik Iran berpotensi menjadi salah satu intervensi militer paling mahal yang pernah dilakukan AS.

Hegseth mengindikasikan angka US$200 miliar masih bisa berubah. Pemerintah, kata dia, akan kembali ke Kongres untuk memastikan pendanaan mencukupi, baik untuk operasi yang sudah berjalan maupun kebutuhan ke depan.

“Kami harus memastikan semua kebutuhan terpenuhi, termasuk pengisian ulang amunisi,” kata Hegseth.

Presiden Donald Trump juga memberi sinyal serupa. Ia menyebut permintaan anggaran besar tidak hanya terkait Iran, tetapi juga kondisi global yang tidak stabil. Menurutnya, ketersediaan amunisi dalam jumlah besar dianggap sebagai investasi demi menjaga keunggulan militer.

“Kami meminta anggaran besar untuk berbagai alasan. Dunia saat ini sangat tidak menentu,” ujar Trump.

Selain biaya militer langsung, dampak ekonomi perang juga terasa luas. Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga minyak global, menambah tekanan terhadap perekonomian dunia.

(AFP/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik