Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Trump Klaim Dialog Iran: Manipulasi Pasar atau Diplomasi Palsu? Ini Bantahan Teheran

Haufan Hasyim Salengke
26/3/2026 06:20
Trump Klaim Dialog Iran: Manipulasi Pasar atau Diplomasi Palsu? Ini Bantahan Teheran
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi.(Tasnim)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump tengah berada di bawah sorotan tajam setelah klaimnya mengenai "pembicaraan produktif" dengan Iran memicu gejolak pasar yang mencurigakan. Teheran secara resmi membantah adanya dialog tersebut, menyebut klaim Trump sebagai fabrikasi dan "pengkhianatan terhadap diplomasi", demikian Tasnim News Agency melaporkan.

Klaim yang diunggah Trump melalui platform Truth Social tersebut menyatakan bahwa AS dan Iran tengah melakukan pembicaraan untuk meredakan ketegangan, termasuk penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Tak lama setelah unggahan tersebut muncul, kontrak berjangka (futures) saham melonjak tajam, sementara harga minyak mentah merosot drastis.

Namun, pengamat pasar menemukan pola anomali, bahwa lonjakan aktivitas perdagangan yang masif terjadi sekitar 15 menit sebelum unggahan Trump dipublikasikan. Hal ini memicu dugaan adanya praktik insider trading dan penggunaan disinformasi konflik untuk keuntungan finansial pihak-pihak tertentu di Washington.

Bantahan Tegas Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, menegaskan bahwa tidak ada kontak antara kedua negara dalam 24 hari terakhir. Ia menyebut klaim Trump sebagai kebohongan total.

"Kami memiliki pengalaman buruk dengan diplomasi AS. Kami diserang dua kali dalam kurun waktu sembilan bulan saat sedang di tengah proses negosiasi masalah nuklir. Ini adalah pengkhianatan terhadap diplomasi," tegas Baqaei dalam wawancara dengan India Today, Rabu (25/3) waktu setempat.

Senada dengan Baqaei, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa kebijakan Iran tetap pada jalur perlawanan. "Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan. Tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung," ujar Araqchi dalam wawancara terpisah dengan Press TV, Rabu (25/3).

Jaminan Melalui Kekuatan Militer

Araqchi juga menekankan bahwa Iran tidak lagi mempercayai jaminan internasional dari pihak ketiga. Sebaliknya, Iran mengandalkan "jaminan inheren" yang diciptakan melalui kekuatan militer.

Hingga saat ini, angkatan bersenjata Iran dilaporkan telah meluncurkan sedikitnya 81 gelombang serangan balasan terhadap target-target strategis AS dan Israel di kawasan sebagai respons atas agresi yang mereka terima. "Melalui jaminan inheren ini, tidak akan ada lagi yang berani berperang dengan rakyat Iran," tambah Araqchi.

Araqchi tak membantah adanya sejumlah kontak diplomatik regional dengan menteri luar negeri negara-negara tetangga yang menawarkan diri sebagai mediator. Namun, tegasnya, posisi Tehran disebut tetap "prinsipal dan kokoh" untuk menolak klaim de-eskalasi sepihak yang didengungkan oleh Gedung Putih. (B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya