Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Perundingan Nuklir Iran di Jenewa Putaran Ketiga: Diplomasi atau Perang?

Ferdian Ananda Majni
26/2/2026 19:17
Perundingan Nuklir Iran di Jenewa Putaran Ketiga: Diplomasi atau Perang?
Kapal perang AS.(Al Jazeera)

AMERIKA Serikat (AS) dan Iran kembali menjalani putaran ketiga pembicaraan tidak langsung di Jenewa di tengah ancaman Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan jika kesepakatan nuklir gagal dicapai. Sejumlah analis menilai peluang tercapainya kompromi masih diragukan, terutama terkait tuntutan penghentian total pengayaan uranium.

Menjelang perundingan tersebut, analis politik dan keamanan nasional CNN, David Sanger, menilai peluang tercapai kesepakatan masih belum pasti. Ia memperingatkan bahwa ketegangan antara kedua negara bisa terus meningkat apabila hasil negosiasi tidak memuaskan.

"Pertanyaan pertama adalah, bahkan jika mereka mencapai kesepakatan tentang masalah nuklir, yang tampaknya agak diragukan, apakah itu cukup untuk mencegah aksi militer?" kata Sanger kepada Elex Michaelson dari CNN.

Sanger menjelaskan bahwa dalam pidato kenegaraannya, Trump menyoroti empat isu utama terkait Iran, yakni program nuklir, program rudal, penanganan terhadap pengunjuk rasa dalam demonstrasi antipemerintah baru-baru ini, serta dukungan Teheran terhadap kelompok militan regional seperti Hizbullah dan Hamas.

"Tetapi masalah nuklir itulah yang selalu diulang-ulang oleh presiden," ujar Sanger. Ia juga menguraikan kebuntuan yang muncul dalam isu pengayaan uranium. 

Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara tuntutan Washington dan posisi Teheran. 

"Apakah ada ruang antara tuntutan Amerika agar tidak ada pengayaan uranium sama sekali versus argumen Iran bahwa meskipun mereka bersedia menangguhkan sebagian dari itu untuk sementara waktu, mereka tidak akan melepaskan hak mereka untuk melakukan pengayaan berdasarkan perjanjian nonproliferasi nuklir," sebut Sanger.

Perbedaan sikap tersebut dinilai menjadi tantangan utama dalam mencapai terobosan diplomatik yang dapat meredakan ketegangan kedua negara. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya