Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Kedutaan Besar AS di Baghdad Digempur Drone dan Roket, Timur Tengah Makin Memanas

Thalatie K Yani
17/3/2026 09:26
Kedutaan Besar AS di Baghdad Digempur Drone dan Roket, Timur Tengah Makin Memanas
Serangan drone dan roket menghantam kompleks Kedubes AS di Baghdad. Ketegangan meningkat setelah peringatan Iran terkait perang regional di Timur Tengah.(Media Sosial X)

KOMPLEKS Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak, kembali menjadi sasaran serangan udara masif pada Selasa (17/3) pagi waktu setempat. Serangan yang melibatkan pesawat nirawak (drone) dan roket ini memicu ledakan di dalam zona diplomatik tersebut.

Seorang pejabat keamanan melaporkan setidaknya tiga unit drone dan empat roket diarahkan ke kompleks kedutaan. "Setidaknya satu unit drone jatuh dan meledak di dalam area kedutaan," ungkap pejabat tersebut. Wartawan AFP di lokasi juga melaporkan melihat asap hitam membubung tinggi dari dalam kompleks, sementara sistem pertahanan udara terlihat berhasil mencegat proyektil lainnya di udara.

Serangan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah sistem pertahanan udara AS menggagalkan upaya serangan roket serupa di lokasi yang sama.

Peringatan Perang Regional

Eskalasi ini sejalan dengan peringatan keras yang pernah disampaikan mendiang Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pada Februari lalu, ia menegaskan setiap aksi militer AS terhadap Iran akan memicu perang regional yang lebih luas.

"Amerika harus tahu jika mereka memulai perang, kali ini akan menjadi perang regional," tegas Khamenei dalam sebuah upacara peringatan Revolusi Islam ke-47.

Ketegangan ini tidak hanya terbatas di Irak. Iran dilaporkan rutin melakukan serangan ke negara-negara tetangga yang menampung pangkalan AS atau menjadi sekutunya, termasuk Qatar, Bahrain, Yordania, UEA, Kuwait, Oman, dan Arab Saudi. Di Selat Hormuz, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga memperketat kontrol terhadap kapal-kapal yang melintas.

Respons Terkejut Donald Trump

Presiden AS Donald Trump menyatakan keterkejutannya atas keberanian Iran menyerang negara-negara tetangga di Teluk. Dalam pernyataannya pada Senin lalu, Trump menyebut "tidak ada yang menyangka" para pemimpin Iran akan membalas dengan rudal pasca-serangan AS dan Israel.

"Dalam dua minggu terakhir, mereka seharusnya tidak mengejar negara-negara lain di Timur Tengah," ujar Trump sebagaimana dikutip dari CBS. "Tidak ada yang menyangka itu. Kami terkejut dan mereka melawan balik. Mereka bisa saja menyerah, tapi bayangkan jika kami tidak ada di sana. Mereka memiliki kekuatan yang luar biasa."

Dampak Terhadap Penerbangan Sipil

Konflik yang meluas ini telah melumpuhkan jalur transportasi udara di kawasan tersebut. Uni Emirat Arab (UEA) kembali menutup ruang udaranya hanya beberapa jam setelah sempat dibuka kembali.

Maskapai Emirates mengumumkan hanya menjalankan "jadwal penerbangan yang dikurangi" setelah otoritas penerbangan sipil Dubai sempat menghentikan operasional Bandara Internasional Dubai sebagai langkah pencegahan menyusul terjadinya kebakaran. Senada dengan itu, Etihad Airways juga membatasi jadwal komersial dari Abu Dhabi berdasarkan penilaian keselamatan dan keamanan dari otoritas terkait. (AFP/BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik