Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Bandara Dubai Tutup Sementara, Dua Pesawat dari RI Dialihkan

Ferdian Ananda Majni
17/3/2026 10:37
Bandara Dubai Tutup Sementara, Dua Pesawat dari RI Dialihkan
Ilustrasi(Dubai Airport)

DUA penerbangan dari Indonesia menuju Uni Emirat Arab (UEA) dialihkan setelah penutupan ruang udara. Pengalihan itu akibat jatuhnya serpihan drone di Dubai dan sekitarnya, meski tidak ada laporan korban warga negara Indonesia (WNI).

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah menyampaikan perwakilan Indonesia di UEA menerima laporan adanya serpihan drone yang jatuh di wilayah Dubai, Senin (16/3). 

Fragmen tersebut ditemukan di beberapa lokasi, termasuk area di sekitar Bandara Internasional Dubai, dan memicu kebakaran yang menyebabkan operasional bandara sempat dihentikan.

"Terkait dengan warga negara Indonesia, terdapat dua penerbangan maskapai Emirates dari Indonesia menuju Dubai yang terdampak pengalihan pendaratan," kata Heni dalam pernyataannya, Selasa (16/3).

Penerbangan pertama, Emirates EK-359 dari Jakarta dengan sekitar 309 penumpang, dialihkan ke Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi. Sementara itu, penerbangan EK-399 dari Denpasar yang membawa sekitar 300 penumpang mendarat di Bandara Internasional Al Maktoum di Dubai.

"Sejauh ini, tidak terdapat laporan WNI yang menjadi korban ataupun meminta bantuan terkait insiden tersebut," tambah Heni.

Ia menegaskan perwakilan RI di UEA terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan otoritas setempat dan maskapai untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia.

Selain di Dubai, laporan jatuhnya serpihan drone juga datang dari wilayah Fujairah dan Umm Al Quwain.

Pemerintah setempat sebelumnya mengumumkan penghentian sementara penerbangan di Bandara Internasional Dubai sebagai langkah pencegahan setelah terjadi kebakaran pada tangki bahan bakar di dekat bandara yang diduga dipicu serangan drone. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Situasi geopolitik yang sangat dinamis ini membuat jadwal penerbangan dapat berubah dalam hitungan jam. Pihak otoritas dan maskapai menyarankan bagi siapa pun yang memiliki rencana perjalanan dalam waktu dekat untuk terus memantau status penerbangan mereka secara mandiri. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik