Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah drone menghantam fasilitas milik Amerika Serikat di Baghdad, Selasa (10/3). Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya konflik yang melibatkan kelompok milisi Irak yang didukung Iran, menandai babak baru dalam eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Dilansir dari laman Dailymail, serangan tersebut menghantam Pusat Dukungan Diplomatik Baghdad, sebuah fasilitas logistik dan operasional utama yang digunakan oleh diplomat Amerika Serikat. Lokasi ini dianggap strategis karena berada dekat dengan pangkalan militer Irak serta Bandara Internasional Baghdad.
Menurut pejabat keamanan yang dikutip media internasional, setidaknya enam drone diluncurkan menuju fasilitas tersebut. Sistem pertahanan berhasil mencegat lima drone, namun satu drone lainnya berhasil mendekati area menara pengawas sebelum akhirnya menghantam di sekitar lokasi tersebut.
Meski serangan sempat memicu kepanikan, tidak ada laporan korban jiwa. Personel di dalam kompleks dilaporkan segera diperintahkan untuk berlindung guna menghindari dampak serangan.
Serangan ini diyakini dilancarkan oleh kelompok milisi Irak yang mendapat dukungan dari Iran. Kelompok tersebut beroperasi di bawah payung organisasi yang dikenal sebagai Perlawanan Islam di Irak, sebuah jaringan milisi yang beberapa kali menargetkan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
Langkah ini menunjukkan keterlibatan langsung kelompok pro-Iran dalam dinamika konflik regional yang semakin kompleks.
Di saat yang hampir bersamaan, pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di pangkalan militer di Abu Dhabi dan Bahrain juga dilaporkan menjadi sasaran serangan terbaru yang diduga dilancarkan Iran.
Kantor berita Iran melaporkan bahwa Garda Revolusi Iran menembakkan rudal ke arah pangkalan udara Al-Dhafra di dekat Abu Dhabi serta fasilitas militer di Juffair, Bahrain. Situasi ini membuat sistem peringatan dini aktif di beberapa kota kawasan Timur Tengah, termasuk Dubai dan Tel Aviv, di mana sirene darurat sempat terdengar.
Serangan tersebut terjadi setelah Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memperingatkan bahwa Iran bisa menghadapi “hari serangan paling intens” jika ketegangan terus meningkat.
Amerika Serikat tidak tinggal diam. Militer AS dilaporkan melakukan operasi balasan dengan menghancurkan 16 kapal penebar ranjau milik Iran di sekitar Selat Hormuz. Jalur laut ini merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling vital di dunia.
Gedung Putih sebelumnya telah mengingatkan bahwa Iran akan menghadapi respons militer besar jika mencoba menempatkan ranjau di jalur pelayaran strategis tersebut.
Serangkaian serangan ini menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah. Keterlibatan milisi pro-Iran, serangan terhadap pangkalan militer, serta operasi balasan di jalur perdagangan energi global menunjukkan bahwa situasi dapat berkembang menjadi krisis regional yang lebih besar. (H-4)
Hubungan AS-NATO retak! Spanyol & Italia tutup wilayah udara untuk militer AS terkait perang Iran. Trump: "AS akan mengingat pengkhianatan ini."
Kehadiran pasukan AS dengan kemampuan tempur darat di wilayah yang tengah dilanda konflik aktif menunjukkan kesiapan Washington.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan bahwa tuntutan Iran agar Amerika mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz dalam perundingan yang sedang berlangsung tidak dapat diterima.
KOMITE penting di parlemen Iran menyetujui rencana penerapan tarif tol bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Ini menurut laporan media lokal pada Selasa (31/3).
Jangan-jangan, Trump sedang mencari cara mengakhiri perang tanpa dicap salah kalkulasi dan kalah perang?
PEJABAT Pemerintah Spanyol menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya bagi penerbangan terkait dengan perang yang melibatkan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved