Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI Sepak Bola Internasional (FIFA) menegaskan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai jadwal meskipun tensi geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran global.
Kepala Operasional FIFA, Heimo Schirgi, menyatakan bahwa turnamen akbar di Amerika Utara tersebut sulit untuk ditunda mengingat skala kompetisi yang sangat besar.
Walaupun situasi di Timur Tengah terus berkembang dinamis, FIFA berkomitmen memantau kondisi keamanan dan mobilitas peserta demi memastikan seluruh negara yang telah lolos kualifikasi dapat berpartisipasi.
"Jika saya memiliki bola kristal, saya bisa memberi tahu sekarang apa yang akan terjadi, tetapi jelas situasinya terus berkembang," ujar Schirgi sebagaimana dikutip dari the Journal.
Ia menambahkan bahwa situasi berubah dari hari ke hari dan pihaknya melakukan pemantauan dengan sangat ketat. Namun, Schirgi optimistis turnamen tersebut tidak akan terganggu.
"Piala Dunia tentu akan tetap berlangsung, bukan? Piala Dunia terlalu besar dan kami berharap semua yang telah lolos kualifikasi bisa berpartisipasi," tegasnya.
Persoalan itu memunculkan spekulasi terkait partisipasi Iran yang berada dalam satu grup bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Pihak Iran sendiri sempat mengisyaratkan ketidakpastian mengenai keberangkatan tim nasional mereka ke turnamen tersebut. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengungkapkan bahwa kondisi saat ini membuat mereka sulit menatap kompetisi dengan optimisme penuh.
"Kami tidak bisa diharapkan menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan. Para pemimpin olahraga adalah pihak yang harus memutuskan hal itu," kata Taj.
Secara regulasi, FIFA menetapkan konsekuensi berat bagi negara yang memilih mengundurkan diri. Tim yang menarik diri lebih dari 30 hari sebelum turnamen dimulai akan dijatuhi denda sekurang-kurangnya 250.000 franc Swiss atau sekitar Rp5,4 miliar.
Jika pengunduran diri terjadi dalam kurun waktu kurang dari 30 hari sebelum laga pembukaan, denda minimal melonjak menjadi 500.000 franc Swiss atau sekitar Rp10,95 miliar.
Selain sanksi finansial, tim yang mundur juga diwajibkan mengembalikan dana persiapan serta pembayaran kontribusi yang telah diterima dari FIFA, bahkan terancam sanksi olahraga berupa larangan tampil di edisi mendatang.
Tantangan lain muncul dari kebijakan domestik tuan rumah, di mana pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan larangan perjalanan yang berdampak pada Iran, Pantai Gading, Haiti, dan Senegal.
Meski demikian, pengecualian khusus akan diberikan bagi para pemain, ofisial tim, serta keluarga inti agar tetap bisa memasuki wilayah Amerika Serikat.
Saat ini, FIFA terus menjalin komunikasi rutin dengan otoritas sepak bola Iran guna membahas detail teknis dan jaminan keamanan, meski ia enggan merinci hasil pembicaraan tersebut lebih jauh.
Di sisi lain, persaingan memperebutkan tiket tersisa masih membara di zona Eropa melalui jalur playoff. Republik Irlandia tengah bersiap menghadapi Ceko pada 26 Maret mendatang.
Jika berhasil melewati hadangan tersebut, tim berjuluk The Boys in Green itu akan menantang pemenang antara Denmark atau Makedonia Utara pada 31 Maret untuk menyegel tempat di putaran final yang kini telah diperluas menjadi 48 tim peserta. (I-3)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Analisis pakar sebut perang AS-Israel gagal picu revolusi di Iran. Agresi militer justru perkuat loyalitas militer dan bungkam kelompok moderat di internal Teheran.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
WFH adalah salah satu ‘aksi cepat’ yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu.
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved