Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Iran Jamin Jalur Hormuz bagi Pengusir Dubes AS, Trump Ancam Keras

Media Indonesia
10/3/2026 22:05
Iran Jamin Jalur Hormuz bagi Pengusir Dubes AS, Trump Ancam Keras
(Al Jazeera)

KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan provokatif dengan menjanjikan hak lintas penuh di Selat Hormuz bagi negara-negara Arab maupun Eropa. Namun, jaminan tersebut diberikan dengan syarat diplomatik yang berat: negara tersebut harus mengusir duta besar Amerika Serikat (AS) dan Israel dari wilayah mereka.

Pernyataan tertulis IRGC yang dirilis media pemerintah Iran pada Selasa (10/3/2026) menyebutkan bahwa kebebasan navigasi ini akan mulai berlaku segera bagi negara yang memenuhi tuntutan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai upaya Teheran untuk menekan sekutu Barat dan regional agar menjauh dari pengaruh Washington dan Tel Aviv.

Ancaman Keras Donald Trump: Serangan 20 Kali Lebih Kuat

Menanggapi manuver Iran di jalur urat nadi minyak dunia tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras. Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan ada gangguan terhadap pasokan energi global.

"Jika Iran melakukan apapun yang menghentikan pasokan minyak di Selat Hormuz, mereka akan diserang oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras dari yang mereka hadapi sejauh ini," tulis Trump pada Selasa (10/3).

Trump menambahkan bahwa militer AS telah mengincar target-target strategis yang mudah dihancurkan. Ia mengeklaim serangan balasan tersebut akan membuat Iran mustahil untuk membangun kembali negaranya karena akan dikuasai oleh kehancuran total.

Peringatan Trump: "Kematian, api, dan amarah akan berkuasa di atas mereka (Iran). Tetapi saya berharap, dan berdoa, supaya hal tersebut tak terjadi!"

Perlindungan untuk Pasokan Global dan Tiongkok

Presiden Trump memandang ketegasan AS dalam menjaga Selat Hormuz sebagai hadiah bagi dunia, terutama bagi Tiongkok dan negara-negara lain yang sangat bergantung pada kelancaran pelayaran di kawasan tersebut. Ia berharap langkah militer AS ini akan mendapat apresiasi internasional sebagai penjaga stabilitas ekonomi dunia.

Di sisi lain, Pemerintah Iran mencoba meredakan ketegangan navigasi. Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa hingga saat ini Teheran tidak memiliki kebijakan untuk menutup Selat Hormuz secara total atau menghalangi pelayaran internasional secara ilegal.

Krisis di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia melintasi jalur sempit tersebut setiap harinya. Gangguan apa pun di kawasan ini diprediksi akan memicu lonjakan harga minyak mentah secara drastis di pasar global.

FAQ: Eskalasi di Selat Hormuz

  • Apa syarat Iran untuk izin melintas di Selat Hormuz? IRGC meminta negara Arab atau Eropa mengusir duta besar AS dan Israel jika ingin mendapatkan jaminan keamanan penuh di selat tersebut.
  • Bagaimana respons AS terhadap ancaman Iran? Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Iran 20 kali lebih keras dan menghancurkan infrastruktur vital jika pasokan minyak terganggu.
  • Apakah Selat Hormuz sudah ditutup? Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa saat ini pelayaran masih berlangsung dan Iran belum menutup selat tersebut. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya