Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Iran Berupaya Lumpuhkan Kekuatan AS dan Israel, Ini Rinciannya

Cahya Mulyana
10/3/2026 21:38
Iran Berupaya Lumpuhkan Kekuatan AS dan Israel, Ini Rinciannya
ilustrasi.(Antara)

DALAM pernyataan pers yang disiarkan oleh kantor berita semi-resmi Mehr, Korps Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa mereka meluncurkan gelombang serangan ke-34 terhadap target Amerika Serikat (AS) dan Israel, menggunakan tiga jenis rudal dan satu jenis rudal hipersonik.

Gelombang serangan ini menargetkan tentara Amerika di pangkalan udara al-Dhafra, dekat Abu Dhabi, dan pangkalan udara Jufair di Bahrain, demikian pernyataan tersebut, dan bahwa beberapa pangkalan Israel juga menjadi sasaran, "terutama" pangkalan udara Ramat David dan bandara sipil Haifa.

“Peluncur rudal tersembunyi tentara Zionis di 'Bnei Brak' di sebelah timur Tel Aviv, dihantam oleh rudal Iran yang ampuh,” tambah pernyataan itu.

Sementara itu, pemerintahan Presiden Donald Trump masih berusaha mencari alasan agar rakyat Amerika mendukung konflik ini. Berdasarkan laporan Aljazeera, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan bahwa itu karena Iran telah memproduksi IED (alat peledak improvisasi) yang melukai tentara Amerika selama perang Irak. Tampaknya hal itu tidak diterima oleh rakyat Amerika.

Yang menjadi kekhawatiran utama adalah berapa lama ini akan berlangsung. Dengan tujuh negara terakhir yang dibom AS, hanya ada sedikit konsekuensi bagi rakyat Amerika.

Namun kali ini, mereka melihat kenaikan harga bensin, kenaikannya sangat drastis. Sekarang mulai mendengar bahwa pupuk untuk petani akan sangat terpengaruh karena sebagian besar berasal dari wilayah itu, dan ini adalah musim tanam.

Rakyat Amerika telah mengirimkan pesan bahwa mereka tidak mendukung aksi militer ini. Pentagon sekarang mencoba mengirimkan pesan bahwa ini tidak akan seperti Irak atau Afghanistan, karena pemerintahan Trump menghadapi tekanan yang semakin besar dari basis pendukungnya untuk mengakhiri ini.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya