Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

IRGC: Iran Gunakan Rudal 1 Ton Serang Target AS dan Israel

Media Indonesia
10/3/2026 17:05
IRGC: Iran Gunakan Rudal 1 Ton Serang Target AS dan Israel
Ilustrasi.(Al Jazeera)

KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan perubahan signifikan dalam doktrin serangan militer mereka terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel. Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Majid Mousavi, menegaskan bahwa Teheran tidak akan lagi meluncurkan rudal dengan hulu ledak yang lebih ringan dari satu ton ke target-target musuh.

Pernyataan yang dirilis media lokal pada Senin (9/3/2026) tersebut mengindikasikan bahwa intensitas serangan rudal Iran terhadap aset-aset Israel dan AS diperkirakan akan semakin meningkat dan lebih mematikan.

Eskalasi usai Gugurnya Ayatullah Ali Khamenei

Situasi di kawasan Timur Tengah terus memanas sejak Israel dan AS meluncurkan serangan gabungan ke wilayah kedaulatan Iran pada 28 Februari 2026. Menurut otoritas Iran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.

Sebagai bentuk pertahanan diri, Iran melakukan aksi balasan menggunakan gelombang drone dan rudal. Serangan tersebut tidak hanya menargetkan wilayah Israel, tetapi juga menjangkau Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer strategis Amerika Serikat.

Strategi Baru: Incar Aset Ekonomi Amerika

Selain meningkatkan daya hancur rudal, Iran juga dilaporkan meninjau kembali daftar sasaran mereka. Mengutip laporan Fars News Agency, Teheran kini memasukkan aset ekonomi AS ke dalam daftar target serangan.

Seorang pejabat Iran yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa strategi ini tidak lagi hanya difokuskan pada instalasi militer. Perluasan target ini kini mencakup modal dan kepentingan Amerika secara global.

"Keputusan itu diambil setelah muncul berbagai pernyataan dari para pejabat AS dan Israel yang merupakan ancaman langsung terhadap rakyat Iran," ujar pejabat tersebut.

Perubahan taktik ini terjadi di tengah masa transisi kepemimpinan di Iran saat Ayatullah Mojtaba Khamenei baru saja ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. Para analis militer menilai penggunaan rudal dengan hulu ledak satu ton menunjukkan kesiapan Iran untuk melakukan perang terbuka dengan skala kerusakan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya