Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran sejak Sabtu, 28 Februari 2026, kini berdampak luas pada stabilitas ekonomi global. Penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, menjadi pemicu utama kekhawatiran pasokan energi global.
Serangan balasan Iran ke fasilitas AS di sejumlah negara Teluk seperti Bahrain, Qatar, Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab kian memperkeruh suasana. Hal ini memicu lonjakan harga energi dengan minyak mentah dilaporkan naik hingga US$80 per barel yang sekaligus meningkatkan ancaman inflasi di berbagai negara.
Di tengah tekanan ekonomi tersebut, harga emas dunia terpantau menguat tajam di kisaran US$5.100 per troy ons. Meningkatnya permintaan akan aset aman (safe haven) menunjukkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kelas aset lain. Sementara itu, bursa saham teknologi di Amerika Serikat hanya mengalami rebound terbatas di tengah sentimen risk-off yang kuat.
Pasar kripto yang beroperasi 24/7 merefleksikan perubahan sentimen investor secara real-time. Berdasarkan data CoinMarketCap, bitcoin (BTC) sempat terkoreksi ke level US$63.100 pada akhir pekan, sebelum akhirnya melonjak ke US$70.000 di awal pekan. Saat ini, bitcoin bergerak di kisaran US$68.000 dengan kapitalisasi pasar kripto global mencapai US$2,33 triliun.
Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai volatilitas tinggi ini adalah cermin dari sensitivitas pasar terhadap isu makro dan geopolitik. "Lonjakan dan koreksi dalam hitungan hari menunjukkan pasar sedang sangat headline-driven. Dalam situasi seperti ini, sentimen global dan dinamika kebijakan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk saham dan kripto," ujar Antony dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).
Antony menekankan pentingnya disiplin manajemen risiko bagi para investor. Pada fase awal gejolak, investor umumnya bersikap defensif untuk menjaga likuiditas. Ia mengimbau agar investor menghindari keputusan berbasis FOMO (Fear of Missing Out).
Berikut beberapa strategi yang disarankan untuk menghadapi ketidakpastian global:
Sebagai platform exchange terkemuka, Indodax menegaskan komitmennya untuk menjaga likuiditas, keamanan sistem, dan transparansi bagi seluruh member. Antony menutup dengan mengingatkan bahwa perspektif investasi jangka panjang adalah kunci untuk tetap rasional dan adaptif menghadapi dinamika geopolitik dunia yang tidak menentu. (MTVN/I-2)
Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi ke level US$66.000 pascarilis notulensi FOMC. Indodax sebut ini fase konsolidasi sehat dan momentum strategi DCA.
Harga bitcoin (BTC) jatuh ke level US$60.000 pada Februari 2026. Simak analisis penyebab, dampak likuidasi US$1,8 miliar, dan strategi investasi DCA.
PASAR aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran level US$74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level US$77.000.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis US$90.000 pada perdagangan Rabu (21/1), seiring meningkatnya tensi geopolitik dan aksi jual di pasar aset berisiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved