Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Spanyol Tegas Tolak Serang Iran, Pedro Sanchez Abaikan Ancaman Donald Trump

Media Indonesia
05/3/2026 16:09
Spanyol Tegas Tolak Serang Iran, Pedro Sanchez Abaikan Ancaman Donald Trump
Pedro Sanchez.(Al Jazeera)

PERDANA Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyatakan sikap berani dengan menolak keras keterlibatan negaranya dalam eskalasi militer di Timur Tengah. Sanchez menegaskan bahwa Spanyol tidak akan tunduk pada tekanan pihak mana pun dan tetap menyerukan gencatan senjata segera antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran.

Melalui pernyataan resmi di platform X pada Rabu (4/3/2026), Sanchez mengusung pesan kuat bahwa posisi Spanyol ialah tidak untuk berperang. Ia menekankan bahwa Madrid tidak akan mengambil bagian dalam tindakan yang dianggap buruk bagi stabilitas dunia, meskipun dibayangi kekhawatiran akan pembalasan ekonomi dari negara sekutu.

Poin Kunci: Spanyol melarang penggunaan pangkalan militer di wilayahnya oleh Amerika Serikat untuk keperluan serangan udara ke Iran, memicu ketegangan diplomatik dengan pemerintahan Donald Trump.

Prinsip Hukum Internasional dan Kedaulatan

Sanchez mengakui ada isu penindasan domestik oleh rezim Iran terhadap warganya. Namun ia menggarisbawahi bahwa satu tindakan ilegal tidak boleh dibalas dengan tindakan ilegal lain. Pernyataan ini merujuk langsung pada serangan sepihak yang sedang berlangsung oleh militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.

Di tengah ketegangan yang meningkat, militer Spanyol kini difokuskan pada misi kemanusiaan. Sanchez mengonfirmasi bahwa pasukannya bekerja siang dan malam untuk mengoordinasikan mekanisme evakuasi bagi warga sipil di wilayah tersebut. Ia menyatakan kebanggaannya atas kekuatan moral dan kelembagaan Spanyol dalam menghadapi krisis global ini.

Ketegangan Diplomatik Madrid dan Washington

Hubungan diplomatik antara Madrid dan Washington dilaporkan mencapai titik kritis. Pemicu utamanya adalah keputusan Spanyol yang secara tegas melarang Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer di wilayah Spanyol untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, secara terbuka membantah klaim Gedung Putih yang menyebut Spanyol setuju untuk bekerja sama. Berbicara kepada radio Cadena SER, Albares menegaskan bahwa posisi pemerintahannya mengenai penggunaan pangkalan militer tidak berubah sedikit pun.

Ancaman Embargo Perdagangan Donald Trump

Konfrontasi ini semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum keras. Sebelumnya, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa Washington mengancam akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol sebagai bentuk balasan atas penutupan akses pangkalan militer.

Meskipun Leavitt sempat mengeklaim bahwa Spanyol setuju untuk bekerja sama setelah mendengar pesan Presiden Trump, pernyataan terbaru dari PM Sanchez menunjukkan bahwa Spanyol tetap konsisten pada prinsip antiperang. Langkah Spanyol ini menjadi sorotan dunia karena dianggap sebagai bentuk pembangkangan langka dari anggota NATO terhadap kebijakan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya