Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Ini Dugaan Sementara Penyebab Kecelakaan Kereta Spanyol

Ferdian Ananda Majni
20/1/2026 14:01
Ini Dugaan Sementara Penyebab Kecelakaan Kereta Spanyol
Tangkapan layar televisi yang menampilkan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.(Dok. AFP/Thomas Coex)

SPANYOL menetapkan tiga hari berkabung nasional setelah terjadinya kecelakaan kereta di dekat Adamuz menewaskan sedikitnya 40 orang. Sementara tim penyelamat masih menyisir puing-puing untuk mencari korban kecelakaan kereta Spanyol yang hilang dan mengungkap penyebab kecelakaan paling mematikan dalam lebih dari satu dekade itu.

Hingga Senin (19/1), lebih dari 18 jam setelah kecelakaan kereta Spanyol terjadi, pencarian korban masih dilakukan di lokasi kejadian, sementara keluarga di berbagai wilayah Spanyol berusaha mencari kabar anggota keluarga yang dilaporkan hilang. Insiden tersebut tercatat sebagai kecelakaan kereta api paling mematikan di negara itu dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Juan Barroso mengatakan lima anggota keluarganya termasuk di antara hampir 200 penumpang yang melakukan perjalanan dari Madrid menuju kota Huelva di selatan Spanyol. Namun, pasca-tabrakan di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, hanya satu orang yang berhasil ditemukan.

"Sekarang kami sedang mencari empat orang yang hilang," kata Barroso kepada wartawan. 

"Kami sudah ke mana-mana. Semua rumah sakit di Jaen, Ubeda dan Cordoba," sebutnya.

Sejumlah keluarga korban memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan foto orang-orang terkasih mereka dan meminta bantuan masyarakat. 

"Jika ada yang di Adamuz mengenali pria ini, dia ayah saya, tolong hubungi saya," demikian salah satu unggahan berbunyi.

Pihak kepolisian menyatakan telah membuka beberapa pos pelaporan bagi keluarga korban, sekaligus menerima pemberian sampel DNA untuk tujuan identifikasi.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, yang mengunjungi lokasi kejadian, menegaskan pemerintah akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan terbuka terkait penyebab kecelakaan kereta cepat Spanyol tersebut.

"Masyarakat Spanyol, seperti kita semua, bertanya-tanya apa yang terjadi, bagaimana itu terjadi, bagaimana tragedi ini bisa terjadi," ujar Sanchez pada Senin (19/1) saat mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari. 

"Dan saya yakin bahwa waktu dan kerja para ahli akan memberi kita jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu," ucapnya.

Kecelakaan terjadi tak lama sebelum pukul 20.00 waktu setempat pada Minggu (18/1) malam, ketika bagian belakang kereta yang melaju menuju Madrid keluar dari rel dan masuk ke jalur berlawanan, sehingga bertabrakan dengan kereta lain yang datang dari arah selatan.

Benturan keras itu membuat dua gerbong terdepan kereta tujuan selatan terlempar dari rel dan jatuh ke lereng setinggi sekitar empat meter, menurut keterangan Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente.

Meski penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki, Puente menyebut kejadian tersebut sebagai sangat aneh, mengingat insiden terjadi di jalur lurus yang baru direnovasi pada Mei lalu.

Kereta yang tergelincir dioperasikan oleh perusahaan swasta Iryo dan berusia kurang dari empat tahun. Dalam pernyataan resminya, Iryo menyebut rangkaian tersebut telah menjalani pemeriksaan rutin hanya empat hari sebelum kecelakaan.

Presiden perusahaan kereta api nasional Renfe, Alvaro Fernandez Heredia, mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kejadian. Namun ia menekankan kecelakaan itu berlangsung dalam kondisi yang aneh dan menilai bahwa kesalahan manusia praktis dikesampingkan.

Sambungan Rel Rusak

Sumber yang mengetahui penyelidikan mengatakan bahwa teknisi menemukan adanya sambungan rel yang rusak, yang diduga menyebabkan celah antarbagiannya melebar saat kereta melintas. Kerusakan tersebut dinilai dapat menjadi faktor kunci dalam mengungkap penyebab kecelakaan kereta Spanyol tersebut.

Hingga laporan ini diturunkan, baik Adif selaku pengelola infrastruktur kereta api milik negara maupun komisi investigasi kecelakaan kereta Spanyol belum memberikan tanggapan resmi.

Sejak 2022, Adif tercatat telah mengidentifikasi setidaknya 10 persoalan infrastruktur di area sekitar lokasi kecelakaan, mulai dari gangguan sinyal hingga masalah pada jaringan listrik di atas rel. 

Pada Agustus lalu, serikat pengemudi kereta juga sempat memperingatkan bahwa peningkatan lalu lintas telah menyebabkan keausan rel yang signifikan.

Meski demikian, pada Senin (19/1) serikat tersebut mengimbau agar peringatan sebelumnya tidak dikaitkan secara langsung dengan kecelakaan ini, mengingat penyebab resmi belum ditetapkan.

Tim penyelamat tiba di lokasi kejadian pada Minggu malam di wilayah terpencil dengan akses jalan terbatas. Dalam kondisi gelap dan sulit, mereka bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi korban dari rangkaian baja yang terpelintir.

Beberapa penumpang dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dengan memecahkan jendela menggunakan palu darurat, keluar dari gerbong yang terbalik dan tumpukan logam yang rusak parah.

Wali Kota Adamuz, Rafael Moreno, mengatakan dirinya termasuk pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian. 

"Sungguh mengerikan," ujarnya. 

"Itu adalah malam yang sangat berat dan menyedihkan," tambahnya.

Kota kecil di wilayah Andalusia tersebut berubah menjadi pusat krisis pada Senin (19/1).

Balai kota setempat dijadikan pusat tanggap darurat sementara untuk memberikan pertolongan pertama, makanan, dan perlindungan sebelum korban dipindahkan ke fasilitas lain.

Proses Evakuasi

Pihak berwenang memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah. Kepala pemerintahan Andalusia Juanma Moreno menyebut kondisi di lapangan sangat menyulitkan proses evakuasi.

"Beberapa gerbong berada dalam kondisi yang sangat rusak, sangat disayangkan. Saya diberitahu bahwa itu adalah puing-puing yang hancur, yang membuat segalanya sangat sulit. Kita harus menggunakan alat mekanis dan mesin berat," kata Moreno.

Ia menambahkan bahwa area pencarian telah diperluas karena dampak benturan yang luar biasa kuat.

"Benturannya sangat dahsyat sehingga kami menemukan mayat ratusan meter jauhnya, yang berarti orang-orang terlempar menembus jendela," tambahnya.

Tragedi ini mengguncang Spanyol, negara yang selama ini membanggakan sistem kereta api cepatnya. 

Dengan hampir 4.000 kilometer jalur, jaringan kereta cepat Spanyol merupakan yang terbesar di Eropa dan terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

Pada 2024, Renfe mencatat lebih dari 25 juta penumpang menggunakan layanan kereta cepat di seluruh Spanyol. (Guardian/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya