Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Serikat Pengemudi Kereta Api Pernah Peringatkan Masalah Rel sebelum Tragedi Kecelakaan Kereta Spanyol

Ferdian Ananda Majni
20/1/2026 14:08
Serikat Pengemudi Kereta Api Pernah Peringatkan Masalah Rel sebelum Tragedi Kecelakaan Kereta Spanyol
Kondisi gerbong yang mengalami kecelakaan kereta Spanyol.(Dok. AFP)

SERIKAT Pengemudi Kereta Api Spanyol mengungkapkan bahwa mereka telah memperingatkan otoritas dan operator kereta api sejak tahun lalu mengenai masalah infrastruktur rel. Pernyataan itu muncul menyusul terjadinya kecelakaan kereta Spanyol yang menewaskan sedikitnya 40 orang di Spanyol selatan dan kini tengah diselidiki pemerintah.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin (19/1), serikat pekerja tersebut menegaskan bahwa mereka belum mengetahui penyebab pasti kecelakaan kereta Spanyol itu. Namun, mereka menilai kondisi infrastruktur kereta api mengalami penurunan kualitas akibat lonjakan lalu lintas dalam beberapa tahun terakhir. 

Serikat juga merilis salinan surat tertanggal Agustus 2025 yang berisi desakan kepada otoritas terkait agar meningkatkan pemeliharaan jalur rel.

Serikat tidak menjelaskan apakah surat tersebut pernah mendapat tanggapan. Hingga Senin (19/1), operator kereta api milik negara maupun badan keselamatan perkeretaapian Spanyol juga belum memberikan respons atas permintaan komentar.

Otoritas Spanyol menegaskan masih terlalu dini untuk menunjuk pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan kereta yang disebut sebagai tragedi kereta api paling mematikan di negara itu dalam lebih dari satu dekade. 

Pemerintah memastikan proses penyelidikan segera dilakukan secara menyeluruh.

"Kami tidak tahu, dan saat ini tidak ada yang tahu, penyebabnya," kata Oscar Puente, Menteri Perhubungan Spanyol, melalui platform X.

Presiden Renfe, Alvaro Fernández Heredia, menyampaikan bahwa penyebab kecelakaan masih belum dapat dipastikan. Dia menegaskan kedua kereta yang terlibat melaju di bawah batas kecepatan maksimum.

"Ini bukan masalah kecepatan," ujarnya dalam wawancara dengan stasiun radio Cadena SER. Namun, dia menambahkan bahwa sistem keselamatan yang dirancang untuk menghentikan kereta ketika terdapat hambatan di jalur rel kemungkinan tidak memiliki cukup waktu untuk bekerja.

Kecelakaan kereta cepat Spanyol pada Minggu (18/1) dilaporkan terjadi di jalur rel yang baru saja direnovasi, bagian dari jaringan kereta api berkecepatan tinggi nasional yang dikenal sebagai salah satu sistem paling maju dan luas di dunia.

Jaringan kereta api cepat Spanyol pertama kali dibuka pada 1992 dan kini menjadi yang terbesar di Eropa serta terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Sistem ini menghubungkan lebih dari 50 kota dengan total panjang jalur mencapai sekitar 2.468 mil.

Dalam satu dekade terakhir, volume lalu lintas kereta api di Spanyol meningkat signifikan. Berdasarkan laporan tahunan Komisi Pasar dan Persaingan Nasional, lebih dari 40 juta penumpang menggunakan layanan kereta cepat pada 2024, naik sekitar 77% dibandingkan 2019.

Lonjakan tersebut memicu kekhawatiran Serikat Pengemudi Kereta Api Spanyol. Pada Senin (19/1) serikat kembali menegaskan bahwa mereka telah memperingatkan regulator pada Agustus lalu mengenai tekanan berlebih terhadap rel yang berdampak pada penurunan kondisi infrastruktur. 

Meski demikian, mereka menekankan belum dapat dipastikan apakah persoalan tersebut berperan langsung dalam kecelakaan ini, seiring penyelidikan yang masih berlangsung.

Jalur kereta cepat Madrid-Seville yang dibuka pada 1992 menjadi tonggak awal pengembangan sistem ini. Sejak itu, jaringan terus diperluas dan dilengkapi dengan sistem manajemen lalu lintas kereta api Uni Eropa tingkat tertinggi.

Awalnya dioperasikan hampir sepenuhnya oleh Renfe, jaringan kereta cepat Spanyol kemudian dibuka bagi operator lain dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari liberalisasi sektor perkeretaapian sesuai regulasi Uni Eropa. 

Sejak 2021, perusahaan seperti Ouigo dari Prancis dan Iryo dari Italia mulai melayani penumpang di jalur kereta cepat Spanyol.

Kecelakaan kereta Spanyol pada Minggu (18/1) terjadi di jalur lurus dekat Cordoba, kota yang menjadi simpul penting jaringan Renfe. Berdasarkan laporan sementara penyelidik, insiden melibatkan kereta cepat milik Iryo dan kereta lain yang dioperasikan oleh Alvia, unit di bawah Renfe.

Menteri Perhubungan Oscar Puente menyatakan bahwa kereta Iryo yang terlibat berusia kurang dari empat tahun, sementara jalur tempat kecelakaan terjadi telah selesai direnovasi pada Mei 2024. (NY Times/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya