Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Trump Buka Peluang Dialog dengan Iran usai Bunuh Ali Khamenei

Media Indonesia
10/3/2026 23:25
Trump Buka Peluang Dialog dengan Iran usai Bunuh Ali Khamenei
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal mengejutkan terkait kelanjutan hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran. Dalam wawancara terbaru, Trump menyatakan tidak sepenuhnya menutup pintu perundingan, meskipun ketegangan militer di Timur Tengah sedang berada pada titik didih tertinggi pasca-serangan Februari lalu.

"Itu mungkin saja, tergantung pada syaratnya. Anda tahu, sebenarnya kita tidak perlu lagi berbicara jika benar-benar dipikirkan, tetapi itu mungkin," ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News, Selasa (10/3/2026).

Skeptisisme Terhadap Pemimpin Tertinggi Baru Mojtaba Khamenei

Pernyataan Trump muncul di tengah masa transisi kekuasaan di Teheran. Setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam operasi militer 28 Februari, putra mendiang, Mojtaba Khamenei, diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Namun, Trump menyatakan keraguannya terhadap masa depan kepemimpinan Mojtaba.

Trump mengaku kecewa dengan terpilihnya Mojtaba dan meragukan apakah pemimpin baru tersebut mampu membawa stabilitas. "Saya tidak percaya dia dapat hidup dengan damai," tambah Trump, merujuk pada situasi keamanan yang terus memburuk di kawasan tersebut.

Kilas Balik Konflik Februari 2026:

  • 28 Februari: AS dan Israel melancarkan serangan udara masif ke Teheran dengan alasan ancaman nuklir.
  • Dampak: Ayatollah Ali Khamenei tewas; Iran menetapkan masa berkabung 40 hari.
  • Balasan: Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Reaksi Internasional: Kecaman Keras dari Rusia

Langkah militer Amerika Serikat dan Israel ini memicu gelombang protes dari blok timur. Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Ali Khamenei sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional yang sinis. Rusia menilai tindakan tersebut bukan sekadar upaya deeskalasi nuklir, melainkan upaya paksa perubahan kekuasaan (regime change).

Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan permusuhan guna mencegah perang total di kawasan Teluk. Sementara itu, Iran masih berada dalam suasana duka nasional sambil terus memperkuat pertahanan di perbatasan.

Hingga saat ini, Washington belum merinci syarat-syarat khusus yang diinginkan Trump untuk memulai kembali meja perundingan dengan Teheran di bawah kepemimpinan Mojtaba Khamenei.

FAQ: Konflik AS-Iran Maret 2026

  • Apakah AS akan berdamai dengan Iran? Presiden Trump menyatakan perundingan "mungkin saja" terjadi, namun sangat bergantung pada syarat yang diajukan AS.
  • Siapa pemimpin baru Iran sekarang? Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ali Khamenei, telah ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
  • Apa alasan serangan AS pada 28 Februari? AS dan Israel mengklaim serangan tersebut bersifat preventif untuk menghadapi ancaman program nuklir Iran. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya