Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Qatar Bantah Putus Hubungan Iran, Fokus Deeskalasi Krisis 2026

Media Indonesia
10/3/2026 23:10
Qatar Bantah Putus Hubungan Iran, Fokus Deeskalasi Krisis 2026
Ilustrasi.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Qatar secara resmi membantah kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya telah memutus saluran komunikasi diplomatik dengan Iran. Di tengah eskalasi besar-besaran yang mengguncang Timur Tengah pada Maret 2026, Doha menegaskan bahwa dialog tetap terbuka meskipun intensitasnya menurun drastis.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyatakan bahwa fokus utama Qatar saat ini adalah pada upaya deeskalasi guna mencegah perang regional yang lebih luas. Namun, ia mengakui bahwa interaksi tingkat tinggi antara kedua negara sangat terbatas sejak krisis pecah pada akhir Februari lalu.

Hanya Satu Komunikasi Diplomatik Sejak Februari

Al-Ansari mengungkapkan bahwa sejak dimulainya eskalasi terbaru pada 28 Februari 2026, hanya terjadi satu kali panggilan telepon antara diplomat tertinggi (Menteri Luar Negeri) Qatar dan Iran. Hal ini menunjukkan kerenggangan yang tidak biasa dalam hubungan kedua negara yang sebelumnya dikenal cukup intens.

"Saluran komunikasi dengan Iran tidak terputus, tetapi saat ini kami benar-benar memfokuskan seluruh energi pada upaya deeskalasi," ujar Al-Ansari dalam konferensi pers di Doha, Selasa (10/3/2026).

Perubahan Peran Qatar:

Qatar yang biasanya berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat, kini menyatakan tidak lagi menjalankan peran penengah. Hal ini disebabkan Qatar harus fokus menangkis ancaman serangan Iran yang mulai menyasar wilayah kedaulatannya sendiri.

Latar Belakang: Gugurnya Ali Khamenei dan Krisis 1.200 Jiwa

Ketegangan ini bermula dari operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 yang menargetkan fasilitas strategis di Iran. Operasi tersebut menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, peristiwa yang mengubah peta geopolitik secara radikal.

Pihak Teheran melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara AS-Israel telah melampaui 1.200 orang, termasuk jatuhnya bom di sebuah sekolah perempuan di Iran selatan. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan masif yang menyasar wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah, yang kini turut mengancam keamanan negara-negara tetangga termasuk Qatar.

Kementerian Luar Negeri Qatar terus mendesak komunitas internasional untuk segera melakukan intervensi diplomatik guna menghentikan pertumpahan darah yang terus meningkat dalam sepuluh hari terakhir.

FAQ: Posisi Diplomatik Qatar dalam Krisis Iran 2026

  • Apakah Qatar memutus hubungan dengan Iran? Tidak, Qatar menegaskan saluran komunikasi masih terbuka, namun saat ini fokus pada deeskalasi.
  • Mengapa Qatar berhenti menjadi mediator? Qatar harus memfokuskan sumber dayanya untuk mempertahankan wilayah sendiri dari potensi serangan Iran.
  • Kapan eskalasi ini dimulai? Ketegangan memuncak sejak 28 Februari 2026 pascaserangan AS-Israel ke Teheran yang menewaskan Ali Khamenei. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya