Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

32 WNI Dievakuasi dari Iran, Menlu: Keselamatan Warga Prioritas Utama

Ferdian Ananda Majni
10/3/2026 22:37
32 WNI Dievakuasi dari Iran, Menlu: Keselamatan Warga Prioritas Utama
32 WNI Dievakuasi dari Ira(Antara)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. 

Sebanyak 22 WNI telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sementara sisanya dijadwalkan pulang dalam kloter berikutnya.

Evakuasi gelombang pertama yang dilakukan pada Selasa (10/3) tersebut melibatkan berbagai kategori WNI yang berada di Iran.

WNI yang mengikuti evakuasi Gelombang I terdiri atas 10 pekerja, 1 pengajar atau jurnalis, 14 pelajar atau mahasiswa, 2 pekerja migran Indonesia (PMI), serta 5 wisatawan.

Proses kepulangan para WNI dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama yang berjumlah 22 orang telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (10/3) pukul 18.00 WIB, setelah menempuh perjalanan dari Baku, Azerbaijan.

Sementara itu, kloter kedua yang membawa 10 WNI lainnya dari Iran diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (11/3).

Setibanya di Indonesia, para WNI tersebut disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

"Kami mengucapkan selamat datang kembali ke Indonesia dan selamat berkumpul bersama keluarga," kata Menlu Sugiono saat menyambut para WNI yang dievakuasi.

Ia menegaskan bahwa di tengah perkembangan situasi keamanan di Iran dan kawasan sekitarnya, keselamatan warga negara Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah.

"Sejak konflik berlangsung, Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan RI di Timur Tengah terus berkoordinasi secara erat untuk memantau situasi, melakukan pendataan WNI, serta membahas langkah-langkah kontinjensi," ujar Menlu Sugiono.

Setelah tiba di Tanah Air, para WNI tersebut selanjutnya akan dibantu oleh pemerintah daerah untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing.

Evakuasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri, untuk memastikan keselamatan dan perlindungan warga negara Indonesia di wilayah terdampak konflik. Dalam proses ini, dua perwakilan RI berperan penting, yakni KBRI Tehran dan KBRI Baku.

Berdasarkan catatan KBRI Tehran, saat ini terdapat 329 WNI yang tercatat berada di Iran. Sebagian besar dari mereka berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa yang banyak bermukim di Qom. Sementara sisanya merupakan pekerja migran Indonesia dan ekspatriat.

Kementerian Luar Negeri melalui KBRI di Tehran juga terus menjalin komunikasi intensif dengan para WNI di Iran guna memastikan kondisi serta keberadaan mereka, sekaligus melakukan penilaian terhadap bentuk bantuan yang dapat diberikan sesuai perkembangan situasi. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya