Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik di Timur Tengah kini menyeret kekuatan Eropa. Kamp militer milik Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) yang berlokasi di Pangkalan Udara Multinasional Al-Azraq, Yordania, dilaporkan terkena hantaman rudal balistik Iran pada Selasa (10/3/2026).
Laporan yang dihimpun dari majalah Jerman, Der Spiegel, menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang balasan Iran terhadap fasilitas militer di Irak dan Yordania yang menampung personel asing. Bagian pangkalan yang ditempati pasukan Jerman dilaporkan mengalami kerusakan fisik akibat hantaman langsung.
Meskipun serangan rudal menghantam bangunan yang ditempati pasukan Jerman, otoritas militer melaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka di pihak Bundeswehr. Seluruh personel dilaporkan berhasil selamat karena berada di dalam tempat perlindungan (bunker) saat serangan terjadi.
Pangkalan Udara Al-Azraq sendiri merupakan fasilitas strategis yang juga menampung unit Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force). Serangan ini menandai pertama kali aset militer Jerman terdampak langsung secara signifikan dalam eskalasi besar Iran di kawasan tersebut.
Konteks Konflik: Serangan Iran ini merupakan respons atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 yang menargetkan sejumlah fasilitas nuklir dan pemerintahan di Teheran.
Ketegangan mencapai puncaknya setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur pada hari pertama operasi militer AS-Israel. Kematian Khamenei memicu masa berkabung nasional selama 40 hari di Iran dan memicu gelombang serangan balasan ke berbagai fasilitas militer sekutu AS di Timur Tengah.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengecam keras pembunuhan Khamenei dan menyebutnya sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kremlin melalui Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan permusuhan guna mencegah perang total di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, Jerman belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah lanjutan terkait keberadaan pasukan mereka di Yordania pascaserangan rudal tersebut. Situasi di perbatasan Yordania dan Irak dilaporkan masih dalam status siaga satu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved