Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Mojtaba Khamenei Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran Gantikan Ali Khamenei

Media Indonesia
04/3/2026 15:26
Mojtaba Khamenei Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran Gantikan Ali Khamenei
Hizbullah Libanon berduka.(Al Jazeera)

PETA politik dan kekuasaan di Republik Islam Iran memasuki babak baru yang krusial. Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ali Khamenei yang gugur dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel akhir pekan lalu, kini dilaporkan muncul sebagai calon terkuat Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Laporan dari The New York Times pada Selasa (3/3), yang mengutip sumber pejabat internal Iran, menyebutkan bahwa dewan tokoh agama dan ulama senior mengadakan musyawarah intensif untuk menentukan arah masa depan negara. Dalam pertemuan tersebut, nama Mojtaba Khamenei mengemuka sebagai figur utama yang dianggap mampu menjaga stabilitas ideologi dan militer Iran saat ini.

Pertimbangan Strategis di Tengah Krisis

Hingga Rabu (4/3) pagi, otoritas tertinggi di Teheran dilaporkan masih melakukan pertimbangan mendalam terkait penetapan Mojtaba. Suksesi ini dianggap sangat sensitif mengingat Iran saat ini sedang terlibat dalam kontak senjata langsung dengan kekuatan Barat.

Mojtaba Khamenei, yang selama ini dikenal memiliki pengaruh kuat di balik layar dan kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dipandang sebagai simbol keberlanjutan perlawanan terhadap AS dan Israel.

Analisis Risiko: Penetapan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi membawa kekhawatiran besar. Analis internasional memprediksi bahwa ia akan langsung masuk dalam daftar target operasi militer AS dan Israel berikutnya, sebagaimana yang terjadi pada ayahnya.

Eskalasi Militer Iran vs AS-Israel

Krisis kepemimpinan ini dipicu oleh serangan gabungan yang dilancarkan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut menyasar sejumlah target strategis di ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur berat dan tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Sebagai bentuk pembalasan, Iran telah mengaktifkan protokol pertahanan udara dan meluncurkan ratusan rudal balistik serta drone bunuh diri ke wilayah Israel. Selain itu, aset-aset militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk juga dilaporkan menjadi sasaran serangan balasan Iran.

Jika Mojtaba resmi dilantik dalam waktu dekat, tugas pertamanya adalah menentukan apakah Iran akan terus meningkatkan eskalasi perang atau mencari celah diplomasi di tengah tekanan global yang kian menghimpit. Komunitas internasional kini menanti pengumuman resmi dari Teheran terkait siapa yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan tertinggi tersebut. (Sputnik/The New York Times/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya