Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
REPUBLIK Islam Iran secara resmi memasuki era kepemimpinan baru. Majelis Ahli, lembaga yang beranggotakan 88 ulama senior, memilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan udara pada akhir Februari 2026.
Keputusan ini diambil di tengah tekanan berat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Mengingat situasi keamanan nasional yang sedang terancam oleh serangan drone dan rudal Amerika Serikat serta Israel, IRGC mendesak Majelis Ahli untuk segera menetapkan pemimpin baru demi menjaga stabilitas komando militer.
Mojtaba Khamenei, yang kini berusia 56 tahun, bukanlah sosok baru dalam struktur kekuasaan Iran. Meskipun jarang muncul di publik dan tidak pernah memegang jabatan elektoral, ia lama dikenal sebagai figur paling berpengaruh di kantor Pemimpin Tertinggi.
Lahir di Mashhad pada 1969, Mojtaba menempa kredibilitasnya melalui jalur militer dan agama. Ia pernah bertugas di garis depan selama Perang Iran-Irak (1987) bersama Batalyon Habib. Setelah masa tugas militer, ia melanjutkan studi agama di Qom, pusat beasiswa Syiah terkemuka, untuk membangun fondasi teologis yang disyaratkan bagi seorang Pemimpin Tertinggi.
Para analis politik internasional menilai bahwa terpilihnya Mojtaba merupakan kemenangan bagi faksi garis keras. Kedekatannya dengan jaringan intelijen dan keamanan menjadikannya pilihan pragmatis bagi Iran yang saat ini sedang dalam kondisi siaga perang.
"Mojtaba adalah pilihan paling bijaksana saat ini karena dia sangat akrab dengan menjalankan dan mengoordinasikan aparat keamanan serta militer," ujar analis berbasis Teheran, Mehdi Rahmati, sebagaimana dikutip dari The New York Times.
Pada 2019, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Mojtaba dengan tuduhan bahwa ia menjalankan sebagian otoritas ayahnya secara tidak resmi. Penunjukan ini diprediksi akan semakin memperkeras sikap luar negeri Iran terhadap Barat.
Meskipun memiliki kualifikasi teknis dan dukungan militer, naiknya Mojtaba memicu perdebatan mengenai prinsip-prinsip Revolusi Islam 1979. Kritikus mengkhawatirkan munculnya kembali sistem monarki dalam jubah klerikal, sistem yang dulu ditumbangkan oleh rakyat Iran untuk menghapus kekuasaan turun-temurun.
Beberapa pengamat menyamakan potensi pengaruh Mojtaba dengan gaya kepemimpinan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). Jika ia berhasil mengonsolidasi kekuasaan secara penuh, Mojtaba akan menjadi tokoh sentral yang menentukan apakah Iran akan terus menempuh jalur konfrontasi militer atau mencari stabilitas baru di kawasan Timur Tengah.
Kini, dunia menunggu langkah pertama Mojtaba Khamenei sebagai orang paling berkuasa di Iran, di saat ketegangan global dan harga energi dunia terus bergejolak akibat konflik di Teluk Persia. (Mirror/India Today/I-2)
Mojtaba Khamenei dilaporkan menjadi calon terkuat Pemimpin Tertinggi Iran setelah Ali Khamenei gugur. Simak profil dan risiko serangan AS-Israel terhadapnya.
Mojtaba Khamenei dilaporkan menjadi calon terkuat Pemimpin Tertinggi Iran setelah Ali Khamenei gugur. Simak profil dan risiko serangan AS-Israel terhadapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved