Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
UTUSAN khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, menyatakan bahwa dirinya belum memiliki gambaran jelas mengenai bagaimana operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran akan berakhir. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang telah melibatkan serangan langsung antarnegara.
"Saya tidak tahu. Yang saya tahu, Presiden Donald Trump bukan sosok yang tepat untuk ditantang," ujar Witkoff dalam wawancara dengan CNBC, Selasa (10/3/2026). Pernyataan tersebut menegaskan sikap ofensif Washington meskipun strategi jangka panjang dari operasi ini masih dipertanyakan oleh komunitas internasional.
Awalnya, Washington dan Tel Aviv mengeklaim bahwa serangan tersebut adalah langkah pencegahan untuk melumpuhkan program nuklir Iran yang dianggap mengancam keamanan global. Namun, seiring berjalannya operasi, fokus target mulai bergeser pada upaya perubahan kekuasaan atau regime change di Iran.
Kematian Ayatollah Ali Khamenei menjadi titik balik besar dalam politik Timur Tengah. Hal ini memaksa Iran melakukan reorganisasi kepemimpinan secara cepat di bawah tekanan militer asing yang terus berlanjut.
Intervensi militer ini tidak lepas dari kecaman internasional. Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mengutuk pembunuhan Khamenei dan menyebutnya sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Menurut Kremlin, tindakan AS dan Israel dapat memicu kekacauan yang lebih luas di kawasan yang sudah tidak stabil.
Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow telah mendesak deeskalasi segera. Mereka memperingatkan bahwa tanpa strategi keluar yang jelas, operasi militer ini hanya akan menjadi perang berkepanjangan yang merugikan stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.
1. Apa tujuan utama operasi militer AS ke Iran pada 2026?
Awalnya sebagai langkah pencegahan nuklir, namun kini berkembang menjadi upaya perubahan kekuasaan di Iran.
2. Siapa Steve Witkoff?
Steve Witkoff adalah utusan khusus Presiden AS Donald Trump yang bertugas menangani isu-isu strategis, termasuk konflik di Timur Tengah.
3. Bagaimana respons Iran terhadap serangan AS-Israel?
Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. (Sputnik/Ant/I-2)
Donald Trump umumkan penghancuran jembatan B1 di Karaj, Iran. Ketegangan meningkat saat Trump ancam bawa Iran kembali ke 'zaman batu' jika tak berunding.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian tegaskan Iran bukan ancaman global dan ajak AS dialog demi stabilitas dunia di tengah ketegangan Timur Tengah.
Iran melalui IRGC mengancam akan menyerang 18 perusahaan teknologi AS di Timur Tengah, termasuk Google, Microsoft, dan Apple. Simak daftar lengkapnya.
Presiden AS Donald Trump sebut tujuan militer di Iran hampir tercapai, tetapi siapkan serangan besar dalam 2-3 minggu ke depan. Simak selengkapnya.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran meminta gencatan senjata dengan syarat pembukaan Selat Hormuz. Teheran membantah keras klaim tersebut.
Diplomat PBB Mohamad Safa mengundurkan diri dan mengungkap kekhawatiran skenario penggunaan senjata nuklir terhadap Iran di tengah ketegangan global.
Utusan khusus Steve Witkoff optimis negosiasi untuk mengakhiri perang Iran segera dimulai. AS masih menanti delegasi resmi Teheran di meja perundingan.
Steve Witkoff, utusan khusus Donald Trump, sebut program rudal Iran sebagai ancaman eksistensial dan batas tegas bagi AS. Simak alasan ketegangan di Teheran.
Putaran ketiga perundingan nuklir AS-Iran di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan. Iran tolak hancurkan fasilitas Fordow dan Natanz di tengah ancaman armada AS.
Amerika Serikat dan Iran kembali berunding di Jenewa dengan mediasi Oman di tengah pengerahan militer besar-besaran AS. Presiden Donald Trump membuka peluang diplomasi.
Presiden AS Donald Trump bersiap untuk opsi militer terhadap Iran jika negosiasi nuklir di Jenewa gagal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved