Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Iran Bersumpah Lindungi Kedaulatan, Desak PBB Hentikan Perang Berdarah

Media Indonesia
11/3/2026 14:16
Iran Bersumpah Lindungi Kedaulatan, Desak PBB Hentikan Perang Berdarah
Ilustrasi.(Al Jazeera)

PERWAKILAN Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menegaskan komitmen negaranya untuk mempertahankan kedaulatan nasional di tengah eskalasi militer yang kian memanas. Iran menyatakan siap menggunakan seluruh sumber daya yang ada untuk melindungi warga dan integritas wilayahnya.

"Kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela rakyat kami, wilayah kami, dan kemerdekaan kami," ujar Iravani dalam konferensi pers di New York, Selasa (10/3/2026). Ia juga mendesak masyarakat internasional untuk segera bertindak nyata guna menghentikan perang berdarah yang menyasar warga sipil Iran.

Respons Terhadap Serangan Gabungan AS-Israel

Ketegangan ini mencapai puncaknya setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga area di ibu kota Teheran yang mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil.

Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran, serangan tersebut juga menyebabkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa ini menjadi titik balik paling krusial dalam sejarah konflik Timur Tengah modern, memicu reaksi balasan berupa peluncuran rudal Iran ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Update Situasi Konflik Iran 2026:

  • Status Diplomatik: Iran mendesak PBB mengutuk agresi AS-Israel sebagai pelanggaran kedaulatan.
  • Aksi Militer: Teheran mengonfirmasi penggunaan hak bela diri melalui serangan rudal balasan.
  • Dampak Kemanusiaan: Serangan di Teheran memicu krisis kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur publik.

Seruan kepada Masyarakat Internasional

Amir Saeid Iravani menekankan bahwa diamnya dunia internasional hanya akan memperburuk stabilitas kawasan. Iran menuntut pertanggungjawaban atas kerusakan dan korban jiwa yang timbul akibat operasi militer 28 Februari tersebut.

Hingga saat ini, situasi di perbatasan dan pangkalan militer di Timur Tengah tetap dalam status waspada tinggi. Komunitas internasional terus mendorong adanya dialog deeskalasi untuk mencegah pecahnya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa poin utama pernyataan Iran di PBB?
Iran menegaskan haknya untuk membela diri dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi rakyat serta wilayahnya dari agresi asing.

2. Siapa Amir Saeid Iravani?
Beliau adalah Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB yang menjadi ujung tombak diplomasi Iran di tengah konflik 2026.

3. Bagaimana kondisi Iran setelah serangan 28 Februari?
Iran sedang dalam masa berkabung nasional atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei dan terus melakukan mobilisasi militer sebagai bentuk pembelaan diri. (Sputnik/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya