Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Utusan Trump: Rudal Iran Ancaman Eksistensial bagi Amerika Serikat

Media Indonesia
11/3/2026 14:05
Utusan Trump: Rudal Iran Ancaman Eksistensial bagi Amerika Serikat
Steve Witkoff.(Al Jazeera)

UTUSAN Khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, menyatakan bahwa program pengembangan rudal Iran telah menjadi ancaman eksistensial bagi Amerika Serikat. Witkoff menegaskan bahwa penolakan Teheran untuk membahas pembatasan senjata tersebut merupakan "batas tegas" (red line) yang memicu tindakan keras dari Washington.

“Mereka menolak untuk membicarakan rudal-rudal itu dan itu adalah batas kami; dan Anda sekarang dapat melihat alasannya,” ujar Witkoff dalam wawancara dengan Newsmax, Rabu (11/3/2026). Pernyataan ini merujuk pada ketegangan militer yang kini tengah berkecamuk di kawasan Timur Tengah.

Kegagalan Diplomasi dan Persediaan Rudal Teheran

Menurut Witkoff, meskipun ancaman nuklir Iran tetap menjadi prioritas, Presiden Donald Trump juga sangat fokus pada pengurangan persediaan rudal konvensional Iran. Washington menilai kapasitas rudal Iran saat ini sudah melampaui kebutuhan pertahanan diri dan mengancam keseimbangan kekuatan di kawasan.

“Mereka terlalu berlebihan dan dapat mengalahkan banyak negara di kawasan itu, dan itu menjadikannya ancaman eksistensial bagi kami,” lanjut Witkoff. Hal inilah yang mendasari kebijakan luar negeri AS yang lebih agresif terhadap Republik Islam tersebut di tahun 2026.

Kronologi Konflik Terbaru:

  • 28 Februari 2026: Serangan gabungan AS dan Israel ke Teheran.
  • Dampak: Kerusakan fasilitas strategis, korban sipil, dan gugurnya Ayatollah Ali Khamenei.
  • Respons Iran: Serangan balasan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan AS di Timur Tengah.

Dampak Strategis Serangan 28 Februari

Operasi militer yang dilancarkan pada akhir Februari lalu telah mengubah peta geopolitik secara drastis. Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan tersebut telah memaksa Iran melakukan reorganisasi kepemimpinan di bawah tekanan perang.

Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa langkah tersebut adalah tindakan pencegahan demi menghadapi ancaman nuklir dan rudal yang kian nyata. Namun, serangan balasan Iran yang terus berlanjut menunjukkan bahwa konflik ini masih jauh dari kata usai, dengan risiko eskalasi yang dapat melibatkan kekuatan global lainnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Mengapa AS menganggap rudal Iran sebagai ancaman eksistensial?
Karena kapasitas rudal Iran dianggap mampu mendominasi kawasan Timur Tengah dan mengancam aset militer serta sekutu Amerika Serikat secara langsung.

2. Apa yang dimaksud dengan Red Line oleh Steve Witkoff?
Batas tegas tersebut adalah penolakan Iran untuk merundingkan atau mengurangi persediaan rudal mereka, yang bagi AS merupakan syarat mutlak diplomasi.

3. Bagaimana situasi terkini di Teheran pascaserangan Februari?
Iran sedang dalam masa berkabung nasional atas wafatnya Ali Khamenei sambil terus melakukan mobilisasi militer untuk membalas serangan AS dan Israel. (Sputnik/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya