Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Detik-detik Kedubes AS di Baghdad Digempur Drone, Sistem C-RAM Aktif!

Thalatie K Yani
17/3/2026 09:49
Detik-detik Kedubes AS di Baghdad Digempur Drone, Sistem C-RAM Aktif!
Video geolokasi terbaru menunjukkan sistem pertahanan udara AS berusaha mencegat serangan drone dan roket di dekat Kedubes AS di Baghdad.(media sosial)

ESKALASI ketegangan di ibu kota Irak semakin meningkat setelah serangkaian serangan udara kembali menargetkan kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad pada Selasa pagi waktu setempat. Rekaman video yang berhasil diverifikasi secara geolokasi menunjukkan sistem pertahanan udara bekerja keras menghalau proyektil hanya dalam jarak ratusan meter dari kompleks diplomatik tersebut.

Dalam video yang dikonfirmasi oleh CNN, terlihat jejak tembakan sistem pertahanan udara yang konsisten dengan karakteristik Counter Rocket, Artillery, and Mortar (C-RAM) milik Amerika Serikat. Kilatan ledakan di langit mengonfirmasi adanya upaya intersepsi terhadap proyektil yang masuk.

Suasana mencekam terekam dalam video tersebut, di mana terdengar suara warga di lapangan yang memperingatkan satu sama lain. “Hati-hati, saudaraku, terhadap serpihan pelurunya,” ujar salah satu suara dalam rekaman itu.

Hantaman Drone di Dekat Kedutaan

Video lain yang diambil dari jarak sekitar 1.000 meter menunjukkan momen sebuah proyektil yang diduga kuat adalah drone menghantam area dekat kedutaan. Meskipun sistem pertahanan terus menembaki langit, drone tersebut tampak jatuh ke darat dan memicu ledakan besar.

Saksi mata dalam rekaman tersebut terdengar berteriak histeris saat melihat benturan terjadi. “Itu dia, itu dia. Kena, kena, kena, kena!” teriaknya. Suara tersebut kemudian bertanya dengan nada cemas, “Apa itu? Drone terbang?”

Serangan ini menambah panjang daftar ancaman terhadap fasilitas AS. Sebelumnya pada Sabtu, dua drone juga dilaporkan menghantam Kedubes AS, yang memicu kepulan asap dan api dari bangunan di sekitar kompleks.

Kecaman dari Militer Irak

Menanggapi rentetan insiden ini, juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Sabah al-Numan, memberikan pernyataan resmi melalui kantor Perdana Menteri Irak. Ia menegaskan "serangan yang tidak dapat dibenarkan" telah berulang kali menyasar sejumlah fasilitas vital, instalasi, dan misi diplomatik.

Selain Kedutaan Besar AS di Baghdad, Al-Numan merinci target serangan juga mencakup ladang minyak Majnoon serta Hotel Internasional Al-Rasheed. Pemerintah Irak menyebut tindakan ini sebagai pelanggaran serius yang mengancam stabilitas keamanan nasional dan internasional di wilayah tersebut.

Sejauh ini, pihak berwenang masih terus melakukan penilaian terhadap total kerusakan dan potensi korban jiwa akibat ledakan yang terjadi di jantung ibu kota Irak tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik