Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Iran Bantah Upaya Komunikasi dengan AS, Sebut Klaim Axios Kebohongan Murni

Haufan Hasyim Salengke
17/3/2026 08:31
Iran Bantah Upaya Komunikasi dengan AS, Sebut Klaim Axios Kebohongan Murni
ilustrasi.(Tasnim News Agency)

PEMERINTAH Iran membantah laporan media Amerika Serikat (AS) yang menyebut Teheran tengah berupaya menjalin komunikasi dengan Washington dalam beberapa hari terakhir.

Sumber resmi Iran yang tidak disebutkan namanya menyatakan kepada kantor berita Tasnim bahwa laporan media AS, Axios, mengenai upaya Iran membuka jalur komunikasi dengan Washington adalah "kebohongan murni” dan tidak realistis.

Menurut sumber tersebut, tudingan bahwa Iran mengirim sinyal negosiasi tidak berdasar. Ia menilai, justru tekanan militer dan ekonomi terhadap Presiden AS Donald Trump yang meningkat membuat Washington berupaya mengirimkan sinyal politik untuk memengaruhi pasar energi global.

Sumber itu juga menegaskan bahwa tindakan agresif dan operasi militer terhadap warga Iran tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Sebaliknya, intensitasnya disebut terus meningkat.

“Iran tidak memiliki kepercayaan terhadap janji-janji Trump,” ujar sumber tersebut. Ia menuding Presiden AS sebelumnya pernah menyerang Iran setidaknya dua kali di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung.

Sumber itu menekankan, tidak akan ada kesepakatan apa pun yang tidak menjamin kepentingan jangka panjang keamanan nasional Iran serta mitra-mitranya di kawasan. Ia juga menyebut situasi regional tidak akan kembali seperti sebelum perang.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang sebelumnya menegaskan bahwa Iran tidak pernah mengajukan permintaan gencatan senjata sejak pecahnya konflik.

Dalam pernyataan di Teheran, Araqchi mengatakan Iran tidak mengirim pesan ataupun permohonan gencatan senjata sejak dimulainya kampanye militer oleh AS dan Israel. Ia menyebut Iran akan terus melanjutkan perlawanan selama diperlukan.

Konflik meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara skala besar ke sejumlah target militer dan sipil di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan regional, menggunakan rudal dan pesawat nirawak. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik