Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Konflik Timur Tengah Memanas, Trump Sebut Tetap Persilakan Iran Tampil di Piala Dunia 2026

Khoerun Nadif Rahmat
11/3/2026 23:29
Konflik Timur Tengah Memanas, Trump Sebut Tetap Persilakan Iran Tampil di Piala Dunia 2026
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump.(Dok. US Embassy Vietnam)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran tetap dipersilakan berpartisipasi pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, meski konflik Timur Tengah yang dipicu serangan AS-Israel terhadap Iran menimbulkan ketidakpastian mengenai keikutsertaan tim tersebut.

Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Iran tetap diterima untuk tampil pada Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pernyataan itu disampaikan Infantino setelah pertemuan yang membahas persiapan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Dalam unggahan di Instagram pada Rabu (11/3), Infantino mengatakan pembahasan juga menyentuh situasi terkini di Iran yang sedang dilanda konflik.

"Dalam diskusi tersebut, Presiden Trump menegaskan bahwa tim Iran, tentu saja, dipersilakan untuk berkompetisi dalam turnamen di Amerika Serikat," tulis Infantino.

Konflik di Timur Tengah pecah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Situasi tersebut memunculkan keraguan terkait keikutsertaan Iran pada Piala Dunia musim panas mendatang.

Pernyataan Trump yang disampaikan kepada Infantino juga berbeda dengan komentarnya kepada Politico pada pekan lalu. Saat itu ia mengatakan, "Saya benar-benar tidak peduli" jika Iran bermain di Piala Dunia.

Infantino sendiri diketahui memiliki hubungan yang semakin dekat dengan Trump sejak presiden tersebut kembali ke Gedung Putih. Ia bahkan menghadiri pelantikan Trump dan pada Desember lalu menciptakan penghargaan perdamaian FIFA yang diberikan kepada Trump.

Keraguan Iran dan Kasus Suaka Atlet

Sementara itu, Ketua Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj pada Selasa (10/3) menyatakan keraguan mengenai kemungkinan tim nasionalnya berpartisipasi di Piala Dunia.

Pernyataan tersebut muncul setelah beberapa pemain sepak bola wanita Iran membelot saat mengikuti Piala Asia di Australia.

"Jika Piala Dunia seperti ini, siapa yang dengan pikiran waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini?" kata Taj di televisi pemerintah Iran.

Meski Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara, Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup di Amerika Serikat, yakni dua pertandingan di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.

Jika Iran akhirnya menarik diri dari turnamen tersebut, itu akan menjadi kali pertama sebuah negara mundur dari putaran final Piala Dunia sejak Prancis dan India menarik diri dari turnamen 1950 di Brasil.

Pada Selasa (10/3), di ajang Piala Asia Wanita di Australia, beberapa pemain tim Iran mengajukan permohonan suaka setelah mendapat kritik dari televisi pemerintah karena tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum salah satu pertandingan.

Lima pemain, termasuk kapten Zahra Ghanbari, meninggalkan hotel tim secara diam diam pada malam hari untuk meminta perlindungan kepada otoritas Australia, menurut pengumuman pemerintah Australia.

Setidaknya dua anggota tim lainnya juga mengajukan permohonan untuk tetap tinggal pada hari yang sama, menurut laporan media setempat.

Namun Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke pada Rabu (11/3) mengatakan salah satu dari mereka kemudian mengubah keputusannya.

Ia menyampaikan di parlemen bahwa salah satu pemain tersebut "telah berbicara dengan beberapa rekan setim yang pergi dan kemudian mengubah pikirannya."

"Dia telah diberi tahu oleh rekan setimnya dan didorong untuk menghubungi kedutaan Iran," kata Burke.

"Akibatnya, hal itu membuat kedutaan Iran sekarang mengetahui lokasi keberadaan semua orang."

Burke menambahkan para pemain yang tersisa kemudian dipindahkan dari rumah aman ke lokasi lain. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya