Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

AS Klaim Hancurkan Kapal Ranjau Iran, Israel Gempur Teheran

Thalatie K Yani
11/3/2026 06:28
AS Klaim Hancurkan Kapal Ranjau Iran, Israel Gempur Teheran
Militer AS menghancurkan belasan kapal ranjau Iran di Selat Hormuz.(Centcom)

ESKALASI ketegangan di Timur Tengah mencapai titik baru setelah militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan penghancuran sejumlah kapal angkatan laut Iran di sekitar Selat Hormuz, Selasa waktu setempat. Operasi ini dilakukan di tengah laporan intelijen mengenai upaya Iran menyabotase jalur perdagangan energi paling krusial di dunia tersebut.

Komando Pusat AS (USCENTCOM) merilis rekaman video yang menunjukkan serangan terhadap armada Iran, termasuk 16 kapal peletak ranjau (minelayers). Berdasarkan laporan CNN, dua sumber intelijen AS mengonfirmasi Iran mulai memasang ranjau di Selat Hormuz, jalur yang dilewati seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Respons Tegas Washington

Presiden Donald Trump memberikan peringatan keras melalui unggahan di Truth Social. Ia menegaskan AS tidak akan menoleransi gangguan di jalur pelayaran internasional tersebut.

"Jika Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz, dan kami belum menerima laporan mereka melakukan itu, kami ingin ranjau-ranjau tersebut segera disingkirkan, SEGERA!" tulis Trump.

Menyusul pernyataan Presiden, Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberikan rincian lebih lanjut melalui unggahan di platform X. Ia menyatakan bahwa atas instruksi Trump, USCENTCOM telah bergerak cepat melumpuhkan ancaman tersebut.

"Atas arahan Trump, Komando Pusat AS telah memusnahkan kapal-kapal peletak ranjau yang tidak aktif di Selat Hormuz-menghancurkan mereka dengan presisi yang kejam. Kami tidak akan membiarkan teroris menyandera Selat Hormuz," tegas Hegseth.

Israel Gempur Teheran dan Beirut

Di saat yang bersamaan, militer Israel meluncurkan gelombang serangan udara kedua yang menyasar ibu kota Iran, Teheran, serta pinggiran kota Beirut di Libanon. Sebelumnya, gelombang pertama serangan Israel telah menghantam pusat komando rezim Iran di Teheran dan kota Tabriz.

Dalam keterangannya, militer Israel mengonfirmasi telah menghantam situs militer dan kompleks besar milik pasukan paramiliter Basij di Tabriz. Operasi ini dirancang untuk melumpuhkan infrastruktur inti pemerintahan Iran.

"Serangan yang telah diselesaikan (di Iran) bertujuan untuk meningkatkan kerusakan pada kemampuan dasar dan jajaran operasional inti dari rezim teroris Iran," ungkap militer Israel.

Selain di Iran, Israel juga menargetkan wilayah Dahieh, pinggiran selatan Beirut, yang merupakan basis infrastruktur kelompok Hizbullah yang didukung oleh Iran. Serangan lintas batas ini menandakan meluasnya front pertempuran yang melibatkan kekuatan besar di kawasan tersebut. (BBC/CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya