Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
GEDUNG Putih mengonfirmasi Departemen Pertahanan AS (Pentagon) akan segera merilis laporan resmi terkait serangan rudal yang menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di wilayah selatan Iran. Langkah ini diambil di tengah desakan publik internasional mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung secara mendalam. "Departemen Perang akan merilisnya, investigasi masih berlanjut," ujar Leavitt kepada wartawan dalam pengarahan pers pada Selasa waktu setempat.
Leavitt juga menegaskan komitmen Presiden Donald Trump terhadap hasil akhir penyelidikan tersebut. "Dan seperti yang dikatakan presiden kemarin pada konferensi persnya, dia akan menerima kesimpulan dari investigasi tersebut, apa pun hasilnya," tambahnya.
Sikap Presiden Trump terkait insiden ini terpantau mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir. Pada hari Sabtu, Trump sempat menyatakan keyakinannya bahwa Iran adalah pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, pada hari Senin, ia melunakkan penilaiannya dengan menyebut bahwa Iran atau negara lain mungkin menjadi dalangnya.
Presiden Trump berdalih bahwa banyak negara memiliki rudal Tomahawk "generik" yang serupa dengan jenis senjata yang diduga digunakan dalam serangan itu. Padahal, berdasarkan data teknis, Iran sendiri tidak memiliki rudal jenis tersebut dalam inventaris militernya.
Menanggapi spekulasi yang berkembang, Leavitt meminta semua pihak untuk menunggu hasil resmi. "Kami tidak akan mendahului Departemen Perang dan kesimpulan dari investigasi tersebut. Presiden berhak membagikan pendapatnya kepada publik Amerika, namun ia telah menyatakan akan menerima kesimpulan investigasi itu," tegasnya.
Di sisi lain, media pemerintah Iran secara tegas menuduh Amerika Serikat sebagai pelaku di balik serangan sekolah tersebut. Berdasarkan analisis pakar dan bukti-bukti yang dikumpulkan oleh CNN, terdapat indikasi kuat keterlibatan militer AS.
Rekaman video yang beredar menunjukkan sebuah rudal AS diduga sedang menargetkan pangkalan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang lokasinya berdekatan dengan sekolah tersebut. Investigasi Pentagon diharapkan dapat mengklarifikasi apakah ledakan di sekolah merupakan dampak dari kesalahan sasaran atau kerusakan tambahan (collateral damage) dari operasi militer di area tersebut.
Hingga laporan ini dirilis, publik masih menanti dokumen resmi Pentagon untuk memastikan kebenaran di balik tragedi yang menyasar fasilitas pendidikan tersebut. (CNN/Z-2)
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menuduh Iran menembakkan rudal dari sekolah dan rumah sakit. Ia menegaskan AS tidak akan terjebak dalam perang tanpa akhir.
Pentagon mengonfirmasi 140 tentara AS terluka selama 10 hari Operasi Epic Fury. Delapan personel dalam kondisi kritis dan tujuh lainnya dilaporkan gugur.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Presiden Donald Trump yang akan menentukan syarat menyerah bagi Iran di tengah penyelidikan serangan sekolah Minab.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengisyaratkan perang melawan Iran bisa memakan waktu hingga 8 minggu. AS klaim kuasai ruang udara dan lumpuhkan rudal Iran.
Pentagon mengidentifikasi empat dari enam tentara AS yang tewas dalam serangan drone Iran di Kuwait. Donald Trump peringatkan potensi adanya korban tambahan.
Militer AS menghancurkan belasan kapal ranjau Iran di Selat Hormuz. Sementara itu, Israel meluncurkan gelombang serangan udara ke Teheran dan Libanon.
Presiden Donald Trump umumkan proyek America First Refining di Brownsville, Texas. Investasi jumbo US$300 miliar ini diklaim jadi kilang baru pertama AS dalam 50 tahun.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menuduh Iran menembakkan rudal dari sekolah dan rumah sakit. Ia menegaskan AS tidak akan terjebak dalam perang tanpa akhir.
Gedung Putih membantah kabar Angkatan Laut AS telah mengawal tanker di Selat Hormuz setelah pernyataan kontroversial Menteri Energi Wright di media sosial.
Presiden Donald Trump mengancam konsekuensi militer "tingkat tinggi" jika Iran nekat memasang ranjau di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved