Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH video baru yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik serangan udara yang menargetkan pangkalan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Minab, Iran. Lokasi pangkalan ini berseberangan dengan sekolah dasar tempat 160 siswa dilaporkan tewas dalam insiden pada 28 Februari lalu.
Video yang dirilis kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News, menjadi bukti visual pertama yang memperlihatkan rudal menghantam area tersebut. Temuan ini menambah deretan bukti yang bertentangan dengan klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menuding Iran sebagai dalang di balik tragedi tersebut.
Dalam rekaman yang diambil dari lokasi konstruksi terdekat, terlihat munisi yang konsisten dengan karakteristik rudal jelajah BGM atau UGM-109 Tomahawk Land Attack Missile (TLAM) milik Amerika Serikat. Sejumlah pakar senjata menyatakan Angkatan Laut AS mengoperasikan rudal ini, sementara Israel diketahui tidak memilikinya.
Sam Lair, peneliti dari James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS), mengonfirmasi identitas rudal tersebut kepada CNN.
"Pertama, secara visual cocok dengan ciri khas TLAM; bentuk salib dengan sayap terpasang di tengah dan tailkit di belakang. Kedua, video diambil sekitar 250 meter dari titik dampak, yang berarti munisi tersebut harus berukuran besar. Ini menyingkirkan jenis munisi lain dalam gudang senjata AS dengan ciri serupa seperti GBU-69B," jelas Lair.
Analisis lebih lanjut menunjukkan rudal tersebut kemungkinan besar menghantam gedung klinik medis yang dioperasikan IRGC di dalam pangkalan tersebut.
Munculnya bukti video ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Donald Trump menyalahkan Iran atas insiden di sekolah Minab. Saat berbicara di pesawat Air Force One, Trump menyebut serangan itu dilakukan Iran dan mengarakterisasi munisi Iran sebagai senjata yang "sangat tidak akurat."
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mendukung pernyataan tersebut meski penyelidikan masih berlangsung. "Satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran," klaim Hegseth.
Namun, investigasi media internasional menunjukkan hal berbeda. Citra satelit dan video yang telah divalidasi posisinya (geolocated) mengindikasikan bahwa sekolah tersebut terkena dampak di waktu yang hampir bersamaan dengan serangan pasukan AS ke pangkalan angkatan laut tetangganya.
Di tengah penyelidikan serangan Minab, eskalasi militer juga terjadi di wilayah lain. Militer Israel (IDF) mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara di Beirut, Lebanon, yang menargetkan para komandan senior Pasukan Quds IRGC.
IDF menyatakan serangan tersebut menyasar lima komandan yang dilaporkan sedang bertemu di sebuah hotel. Otoritas Libanon melaporkan serangan pada fajar tersebut menewaskan empat orang dan melukai 10 lainnya. Pasukan Quds di Libanon selama ini dianggap sebagai penghubung utama antara Iran dan kelompok Hizbullah.
Hingga berita ini diturunkan, Departemen Pertahanan AS belum memberikan tanggapan terkait penggunaan rudal Tomahawk dalam serangan di Minab. US Central Command menyatakan komentar lebih lanjut tidak tepat karena insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan. (CNN/Z-2)
Eks Direktur CIA, Jenderal David Petraeus, angkat bicara soal serangan mematikan di sekolah Iran yang menewaskan 168 orang. Benarkah AS salah sasaran?
Investigasi awal militer AS mengungkap serangan udara di Minab, Iran, yang menewaskan 168 anak dipicu oleh data intelijen usang.
Gedung Putih mengonfirmasi Pentagon akan merilis laporan terkait serangan rudal di sekolah perempuan Iran Selatan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan agar negara sekutu tak lembek terhadap Rusia setelah kunjunganya ke Amerika Serikat tak membuahkan hasil pengiriman rudal jarak jauh tomahawk
Presiden AS Donald Trump menolak permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk mengirim rudal Tomahawk.
IRGC hantam gudang sistem anti-drone Ukraina di Dubai. 21 personel Ukraina dikhawatirkan tewas dalam operasi yang menyasar aset militer pendukung AS di wilayah UEA.
Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Analisis pakar sebut perang AS-Israel gagal picu revolusi di Iran. Agresi militer justru perkuat loyalitas militer dan bungkam kelompok moderat di internal Teheran.
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Trump membantah keterlibatan AS dalam serangan ke ladang gas Iran, meski Israel klaim koordinasi. Eskalasi konflik picu ancaman Iran dan lonjakan harga minyak dunia.
Infrastruktur bahan bakar, energi, dan gas dari AS-Israel yang menyerang fasilitas energi dan minyak Iran akan dibakar dan dilenyapkan menjadi abu sesegera mungkin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved