Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Video Terbaru Ungkap Dugaan Keterlibatan Rudal AS dalam Serangan Maut di Minab

Thalatie K Yani
09/3/2026 04:31
Video Terbaru Ungkap Dugaan Keterlibatan Rudal AS dalam Serangan Maut di Minab
Video terbaru menunjukkan rudal yang konsisten dengan Tomahawk AS menghantam pangkalan IRGC dekat sekolah di Minab. Temuan ini membantah klaim Presiden Donald Trump.(Media Sosial X)

SEBUAH video baru yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik serangan udara yang menargetkan pangkalan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Minab, Iran. Lokasi pangkalan ini berseberangan dengan sekolah dasar tempat 160 siswa dilaporkan tewas dalam insiden pada 28 Februari lalu.

Video yang dirilis kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News, menjadi bukti visual pertama yang memperlihatkan rudal menghantam area tersebut. Temuan ini menambah deretan bukti yang bertentangan dengan klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menuding Iran sebagai dalang di balik tragedi tersebut.

Identifikasi Rudal Tomahawk

Dalam rekaman yang diambil dari lokasi konstruksi terdekat, terlihat munisi yang konsisten dengan karakteristik rudal jelajah BGM atau UGM-109 Tomahawk Land Attack Missile (TLAM) milik Amerika Serikat. Sejumlah pakar senjata menyatakan Angkatan Laut AS mengoperasikan rudal ini, sementara Israel diketahui tidak memilikinya.

Sam Lair, peneliti dari James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS), mengonfirmasi identitas rudal tersebut kepada CNN.

"Pertama, secara visual cocok dengan ciri khas TLAM; bentuk salib dengan sayap terpasang di tengah dan tailkit di belakang. Kedua, video diambil sekitar 250 meter dari titik dampak, yang berarti munisi tersebut harus berukuran besar. Ini menyingkirkan jenis munisi lain dalam gudang senjata AS dengan ciri serupa seperti GBU-69B," jelas Lair.

Analisis lebih lanjut menunjukkan rudal tersebut kemungkinan besar menghantam gedung klinik medis yang dioperasikan IRGC di dalam pangkalan tersebut.

Kontradiksi dengan Klaim Gedung Putih

Munculnya bukti video ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Donald Trump menyalahkan Iran atas insiden di sekolah Minab. Saat berbicara di pesawat Air Force One, Trump menyebut serangan itu dilakukan Iran dan mengarakterisasi munisi Iran sebagai senjata yang "sangat tidak akurat."

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mendukung pernyataan tersebut meski penyelidikan masih berlangsung. "Satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran," klaim Hegseth.

Namun, investigasi media internasional menunjukkan hal berbeda. Citra satelit dan video yang telah divalidasi posisinya (geolocated) mengindikasikan bahwa sekolah tersebut terkena dampak di waktu yang hampir bersamaan dengan serangan pasukan AS ke pangkalan angkatan laut tetangganya.

Eskalasi di Libanon

Di tengah penyelidikan serangan Minab, eskalasi militer juga terjadi di wilayah lain. Militer Israel (IDF) mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara di Beirut, Lebanon, yang menargetkan para komandan senior Pasukan Quds IRGC.

IDF menyatakan serangan tersebut menyasar lima komandan yang dilaporkan sedang bertemu di sebuah hotel. Otoritas Libanon melaporkan serangan pada fajar tersebut menewaskan empat orang dan melukai 10 lainnya. Pasukan Quds di Libanon selama ini dianggap sebagai penghubung utama antara Iran dan kelompok Hizbullah.

Hingga berita ini diturunkan, Departemen Pertahanan AS belum memberikan tanggapan terkait penggunaan rudal Tomahawk dalam serangan di Minab. US Central Command menyatakan  komentar lebih lanjut tidak tepat karena insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya