Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Abaikan Peringatan Garda Revolusi Iran, Kapal Tanker Minyak Diterjang Drone Kamikaze di Selat Hormuz

Haufan Hasyim Salengke
07/3/2026 15:34
Abaikan Peringatan Garda Revolusi Iran, Kapal Tanker Minyak Diterjang Drone Kamikaze di Selat Hormuz
Kapal tanker minyak terbakar hebat dihantam pesawat nirawak kamikaze di Selat Hormuz.(Tasnim)

Ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik kritis setelah sebuah kapal tanker minyak dilaporkan dihantam pesawat nirawak (drone) kamikaze, Sabtu (7/3) pagi waktu setempat. Insiden ini terjadi setelah kapal tersebut mengabaikan serangkaian peringatan dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengenai kondisi keamanan di jalur strategis tersebut.

Kantor Humas IRGC, seperti dilansir kantor berita semiresmi Tasnim, mengumumkan bahwa kapal tanker bernama Prima tersebut diterjang drone setelah tidak mengindahkan larangan melintas yang dikeluarkan oleh otoritas setempat. IRGC sebelumnya telah menetapkan status bahaya di Selat Hormuz sebagai dampak dari eskalasi militer yang terus memanas di kawasan Teluk.

Blokade Hari Kedelapan

Penutupan Selat Hormuz telah memasuki hari kedelapan. Langkah ini diambil Teheran sebagai respons atas agresi militer Amerika Serikat serta peristiwa gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari lalu.

Sejak pengerahan kekuatan militer AS ke Teluk Persia dan serangan tanpa provokasi terhadap Iran, otoritas Teheran secara tegas melarang kapal tanker dan kapal komersial yang beraliansi dengan negara-negara seteru untuk transit melalui Selat Hormuz.

Penghancuran kapal Prima ini menjadi peringatan keras bagi lalu lintas maritim global, mengingat Selat Hormuz merupakan urat nadi utama bagi pasokan energi dunia yang kini berada di bawah kendali penuh militer Iran.

Selat Hormuz adalah selat yang memisahkan Iran dengan Emirat Arab. Selat  yang sebagian besar garis pantainya dikuasai Iran ini terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia. Sering dijuluki sebagai 'arteri utama' ekonomi global, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini sehingga setiap riak kecil di perairan ini langsung memicu 'gempa' ekonomi di London, New York, hingga Tokyo.(B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya