Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menilai Indonesia perlu menunjukkan sikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran, terutama jika negara tersebut menjadi pihak yang diserang. Menurut JK, posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia seharusnya memiliki sikap yang jelas dalam merespons konflik Timur Tengah.
“Iran adalah negara yang diserang dan teraniaya. Logikanya, kita harus berpihak kepada negara yang diserang,” kata JK dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/3).
Ia menambahkan bahwa sikap tersebut penting agar Indonesia tetap konsisten dalam mendorong kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia serta dunia Islam.
JK menilai Indonesia tidak seharusnya hanya mengambil posisi netral tanpa menyampaikan sikap yang tegas terhadap konflik internasional, khususnya yang melibatkan negara-negara Islam. Menurutnya, Indonesia dapat memanfaatkan forum internasional untuk membahas dan mencari solusi terhadap konflik tersebut.
“Kalau tidak bisa diselesaikan melalui forum perdamaian, buat apa kita menjadi bagian dari itu. Artinya Indonesia harus menyuarakan sikap secara tegas,” ujarnya.
Pernyataan JK tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yakni Iran vs Israel dan sekutu. Ia mengungkapkan pandangan tersebut saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kawasan Jakarta pada Jumat. (Ant/E-3)
Wamenlu Iran Majid Takht-Ravanchi memperingatkan bahwa negara mana pun yang mendukung agresi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran akan dianggap sebagai target sah bagi serangan balasan.
Israel meningkatkan intensitas serangan udara ke wilayah Libanon pada Jumat waktu setempat, termasuk rangkaian serangan besar di distrik Baalbek.
Kemenlu menyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran tengah melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Iran untuk membantu kapal tanker milik Pertamina.
Serangan drone kembali mengguncang Irak pada Jumat (6/3) waktu setempat. Sejumlah bandara dan fasilitas minyak menjadi sasaran.
Amerika Serikat (AS) dinilai belum memiliki sistem pertahanan yang memadai untuk menghadapi drone Shahed milik Iran.
Wamenlu Iran Majid Takht-Ravanchi memperingatkan bahwa negara mana pun yang mendukung agresi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran akan dianggap sebagai target sah bagi serangan balasan.
Harga minyak dunia melonjak tajam pada Jumat setelah meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik Timur Tengah.
Serangan drone kembali mengguncang Irak pada Jumat (6/3) waktu setempat. Sejumlah bandara dan fasilitas minyak menjadi sasaran.
Amerika Serikat (AS) dinilai belum memiliki sistem pertahanan yang memadai untuk menghadapi drone Shahed milik Iran.
Iran membantah klaim penutupan Selat Hormuz dan menuduh AS melanggar hukum internasional usai penenggelaman fregat Dena di Samudra Hindia yang tewaskan 100 pelaut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved