Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Jajak Pendapat: Mayoritas Warga AS Menentang Serangan Militer Trump ke Iran

Akmal Fauzi
07/3/2026 14:20
Jajak Pendapat: Mayoritas Warga AS Menentang Serangan Militer Trump ke Iran
Anggota kelompok sipil menggunakan topeng Presiden AS Donald Trump saat aksi menentang kebijakan tarif di Seoul, Korea.(AFP/Jung Yeon-Je)

SEBUAH jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh PBS News/NPR/Marist pada Jumat (6/3) mengungkapkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat tidak menyetujui langkah Presiden Donald Trump dalam menangani konflik dengan Iran. Hasil survei ini menunjukkan penolakan publik terhadap eskalasi militer yang saat ini tengah berlangsung.

Memasuki akhir pekan pertama operasi militer AS terhadap Iran, survei tersebut mencatat bahwa 56 persen warga Amerika menyatakan menentang aksi militer tersebut. Sementara itu, kelompok yang mendukung berada di angka 44 persen.

Hasil riset ini memperlihatkan polarisasi politik yang sangat kuat di tengah masyarakat Amerika Serikat dalam menyikapi kebijakan luar negeri presiden:

Partai Republik: Mayoritas besar memberikan dukungan penuh. Sebanyak 79 persen responden Republik menyetujui pendekatan presiden, dan 84 persen mendukung serangan militer yang dilakukan.

Partai Demokrat: Berbanding terbalik, sebanyak 86 persen pendukung Demokrat menentang pendekatan presiden sekaligus menolak aksi militer tersebut.

Responden Independen: Sekitar enam dari 10 orang independen menyatakan tidak setuju dengan cara Trump menangani situasi dan menentang operasi militer di Iran.

Perdebatan di Kongres

Rilisnya jajak pendapat ini bertepatan dengan ketegangan yang terjadi di Capitol Hill. Para anggota parlemen saat ini terbelah tajam dalam menyikapi serangan tersebut.

Pihak Demokrat melontarkan kecaman keras dengan argumen bahwa tidak ada bukti ancaman nyata yang mendesak dari Teheran. Selain itu, mereka menyoroti aspek legalitas konstitusional, di mana serangan militer tersebut dinilai tidak memiliki otorisasi resmi dari Kongres.

(Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya