Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Jajak Pendapat: Mayoritas Warga Amerika Serikat Tolak Serangan ke Iran

Haufan Hasyim Salengke
02/3/2026 09:41
Jajak Pendapat: Mayoritas Warga Amerika Serikat Tolak Serangan ke Iran
Orang-orang memegang poster yang mengecam perang terhadap Iran saat mereka melakukan protes di depan Lincoln Memorial di Washington, DC.(AFP)

HASIL jajak pendapat terbaru yang dirilis Reuters/Ipsos menunjukkan rendahnya dukungan publik Amerika Serikat (AS) terhadap operasi militer besar-besaran yang diluncurkan AS dan Israel ke wilayah Iran. Meski Presiden Donald Trump berjanji melanjutkan misi tersebut, mayoritas warga AS justru menunjukkan kekhawatiran mendalam.

Jajak pendapat, yang dilakukan beberapa jam setelah AS-Israel melancarkan serangan ke jantung Teheran--dilakukan pada Sabtu (28/2) dan berakhir pada Minggu (1/3)--menunjukkan hanya 25% responden yang menyetujui serangan tersebut. Sebaliknya, 43% responden menyatakan tidak setuju, sementara 29% lainnya mengaku ragu-ragu. Angka ini muncul sesaat sebelum pengumuman resmi mengenai gugurnya tentara AS dalam konflik tersebut.

Dilema America First 

Dukungan di internal Partai Republik pun tidak solid. Meski 55% pemilih Republik setuju, sebanyak 42% di antaranya mengaku akan menarik dukungan jika operasi ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa di pihak tentara AS atau cedera serius.

Kondisi ini menempatkan Trump dalam posisi sulit. Selama kampanye, ia berjanji untuk menghentikan 'perang tanpa akhir' melalui prinsip America First. Namun, langkah militer di Iran ini dinilai bertolak belakang dengan janji tersebut dan berisiko mengasingkan basis massa MAGA (Make America Great Again).

Dampak Ekonomi dan Pemilu

Selain faktor korban jiwa, isu ekonomi menjadi batu sandungan bagi pemerintah. Sebanyak 45% responden, termasuk 34% pemilih Republik, menyatakan keberatan atau akan menarik dukungan jika kampanye militer ini memicu lonjakan harga bahan bakar dan minyak di dalam negeri.

Pengamat senior dari Cato Institute, Doug Bandow, menilai konfirmasi kematian tentara AS menjadi titik balik bagi persepsi publik. "Warga Amerika dalam margin yang besar tidak ingin terjebak dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Kematian tentara kita menunjukkan ini bukan sekadar permainan video," ujarnya kepada Al Jazeera.

Temuan awal ini dapat berdampak signifikan pada bagaimana pemerintahan Trump bergerak maju di hari-hari mendatang. Juga, sentimen negatif ini diprediksi akan menjadi beban berat bagi Partai Republik mengingat AS tengah menyongsong musim pemilihan umum sela (midterm elections) yang berat dan krusial dalam waktu dekat. (Al-Jazeera/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya