Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Menhan Pakistan: AS Harusnya Tangkap Netanyahu ketimbang Presiden Maduro

Haufan Hasyim Salengke
11/1/2026 06:03
Menhan Pakistan: AS Harusnya Tangkap Netanyahu ketimbang Presiden Maduro
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.(Global Look Press / Michael Kappeler)

MENTERI Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, melontarkan kritik tajam terhadap standar ganda Amerika Serikat dalam penegakan hukum internasional. Asif menyatakan bahwa jika Washington ingin menunjukkan kepedulian terhadap kemanusiaan, mereka seharusnya mengerahkan militer untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ketimbang menargetkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pernyataan keras ini disampaikan Asif dalam wawancara dengan stasiun televisi Pakistan, Geo TV, menanggapi operasi AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Maduro atas tuduhan perdagangan narkotika. Asif mengutuk tindakan tersebut sebagai penculikan dan memperingatkan bahwa langkah AS telah membuka kotak Pandora yang mengancam stabilitas tatanan dunia.

"Tatanan dunia sedang runtuh," tegas Asif. Ia menilai tindakan AS terhadap Maduro tidak memiliki legitimasi moral dan hanya didorong oleh kepentingan untuk menguasai sumber daya alam Venezuela, sebagaimana dituduhkan oleh pihak Caracas.

Namun, Asif menambahkan bahwa jika ada satu sosok di dunia yang layak menerima perlakuan ekstrim seperti itu, orang tersebut adalah Benjamin Netanyahu. Ia menyebut pemimpin Israel itu sebagai penjahat terburuk bagi kemanusiaan merujuk pada agresi militer di Jalur Gaza yang telah menewaskan sedikitnya 70.000 warga Palestina.

"Amerika Serikat harus menculiknya, membawanya pergi, dan mengadilinya di pengadilan mana pun, jika memang Amerika Serikat adalah sahabat kemanusiaan," ujar Asif. Ia bahkan melontarkan opsi alternatif agar negara seperti Türki melakukan tindakan serupa, sembari menyatakan bahwa Pakistan akan mendoakan hasil tersebut.

Kritik Pakistan ini muncul di tengah rusaknya citra internasional Israel akibat konflik di Gaza yang meletus sejak Oktober 2023. Meskipun Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang, Washington justru mengecam keputusan tersebut dan menjatuhkan sanksi kepada jaksa ICC.

Kontradiksi kebijakan luar negeri AS inilah yang disorot oleh Asif. Di satu sisi, AS bertindak agresif terhadap pemimpin Amerika Latin yang dianggap berseberangan dengan kepentingannya, namun di sisi lain, Washington tetap menjadi pelindung utama bagi sekutunya di Timur Tengah meskipun menghadapi tuduhan genosida dari dunia internasional. (Russia Today/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya