Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Menlu Iran Kritik PBB: Jangan Hanya Cemas Ekonomi, Lihat Ratusan Warga Sipil yang Dibantai

Haufan Hasyim Salengke
07/3/2026 16:17
Menlu Iran Kritik PBB: Jangan Hanya Cemas Ekonomi, Lihat Ratusan Warga Sipil yang Dibantai
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi.(Tasnim News Agency)

MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melayangkan kritik keras terhadap Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, atas sikapnya dalam merespons agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Araqchi mendesak PBB untuk berhenti berfokus pada dampak ekonomi global dan mulai memedulikan ratusan nyawa warga sipil yang melayang.

Melalui unggahan di akun X miliknya pada Sabtu (7/3), Araqchi menanggapi pernyataan Guterres yang menyatakan kekhawatiran atas "risiko besar bagi ekonomi global" akibat ketegangan tersebut. Araqchi menegaskan bahwa situasi saat ini bukanlah sekadar pertempuran biasa, melainkan agresi tak beralasan oleh dua rezim bersenjata nuklir.

"Tuan Sekretaris Jenderal, mari kita jujur. Ini bukan sekadar 'pertempuran'; ini adalah 'agresi tak beralasan' yang diluncurkan oleh dua rezim bersenjata nuklir terhadap Iran," tegas Araqchi.

Tragedi Kota Minab

Dalam pernyataannya, Araqchi mengungkap data memilukan mengenai korban sipil selama tujuh hari serangan udara AS-Israel. Ia secara khusus menyoroti pembantaian di Kota Minab di mana 175 anak, yang ia sebut sebagai 'malaikat kecil', tewas oleh serangan AS-Israel terhadap sekolah mereka. 

"Anda khawatir tentang 'risiko besar bagi ekonomi global'; bagaimana dengan warga sipil yang tidak bersalah, termasuk 175 malaikat kecil yang dibantai di Kota Minab?" tambahnya.

Araqchi juga mengungkapkan bahwa serangan ini terjadi justru saat Iran sedang berada dalam "negosiasi diplomatik yang serius". Ia menuntut PBB untuk memikul tanggung jawab hukum dan moral atas perang ilegal yang dipicu oleh pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari lalu.

Sejauh ini, militer Iran terus melakukan serangan balasan besar-besaran menggunakan rudal dan drone terhadap aset-aset AS dan Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan regional sebagai respons atas agresi tersebut. (Tasnim/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya