Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Pasukan Perdamaian PBB di Libanon Kena Serangan Israel

Dhika Kusuma Winata
07/3/2026 07:44
Pasukan Perdamaian PBB di Libanon Kena Serangan Israel
ilustrasi(Antara)

Tiga personel pasukan perdamaian PBB terluka setelah markas mereka di Libanon selatan dihantam serangan yang diduga dilancarkan Israel pada Jumat waktu setempat. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan menyusul saling serang antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Serangan itu mengenai markas pasukan UNIFIL yang berada di wilayah Qawzah, Libanon bagian selatan. UNIFIL menyatakan peristiwa tersebut terjadi ketika baku tembak sengit berlangsung di sekitar lokasi.

“Di tengah tembakan hebat pada malam ini, tiga penjaga perdamaian terluka di dalam markas mereka di Qawzah,” kata UNIFIL dalam sebuah pernyataan.

Salah satu korban dilaporkan mengalami luka paling serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis.

Kontingen UNIFIL yang terkena serangan tersebut merupakan asal Ghana. Militer Ghana menyatakan markas batalion mereka menjadi sasaran dua serangan rudal. Selain menimbulkan korban, serangan tersebut juga menghancurkan sejumlah fasilitas di kompleks markas.

“Fasilitas ruang makan para perwira juga terkena serangan dan terbakar habis,” kata militer Ghana.

Baik UNIFIL maupun militer Ghana belum memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, pasukan penjaga perdamaian PBB menegaskan akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

“Tidak dapat diterima bahwa penjaga perdamaian yang menjalankan tugas berdasarkan mandat Dewan Keamanan PBB menjadi sasaran serangan,” tegas UNIFIL.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam keras insiden tersebut dan menuding Israel berada di balik serangan tersebut. Dalam pernyataannya, Aoun mengutuk serangan terhadap Libanon yang bahkan sampai pada penyerangan langsung terhadap UNIFIL.

Kecaman juga disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ia menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. Macron menegaskan Prancis tengah bekerja sama dengan negara mitra untuk mencegah konflik semakin meluas di kawasan.

“Prancis bekerja sama dengan para mitranya untuk mencegah konflik semakin meluas di kawasan,” kata Macron.

UNIFIL selama puluhan tahun bertugas sebagai penyangga antara Israel dan Libanon. Pasukan tersebut juga membantu militer Libanon membongkar infrastruktur Hizbullah di dekat perbatasan Israel. Saat ini, UNIFIL berencana menarik seluruh pasukannya dari Libanon secara bertahap hingga pertengahan 2027. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya