Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

PM Spanyol Dukung Libanon Lawan Israel

Cahya Mulyana
06/3/2026 18:08
PM Spanyol Dukung Libanon Lawan Israel
PM Spanyol Perdo Sanchez mendukung Libanon melawan agresi Israel.(X/@pedrosanchez)

PERDANA Menteri Spanyol Pedro Sanchez, yang telah berselisih dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait perang di Iran, juga mengkritik eskalasi Israel di Libanon yang telah menyebabkan ribuan orang mengungsi.

“Saya baru saja berbicara dengan presiden Libanon, Joseph Aoun, tentang situasi serius di Beirut dan seluruh negeri,” tulis Sanchez di X. “Rakyat Libanon dapat mengandalkan dukungan penuh dan bantuan kemanusiaan kami untuk ribuan pengungsi. Cukup sudah dengan eskalasi. Tidak ada lagi kehancuran. Tidak untuk perang.”

Sebelumnya, Sanchez menolak perang di Iran. Dalam pidato kenegaraannya, dia menyampaikan pesan singkat namun tegas: “No to the war”, atau tidak untuk perang. Sanchez menegaskan, posisi Spanyol bukan berarti mendukung Teheran, melainkan panggilan kemanusiaan agar Iran, Israel, dan Amerika Serikat segera menghentikan kontak senjata.

"Dua puluh tiga tahun lalu, kita pernah diseret ke dalam perang Timur Tengah oleh pemerintahan AS yang lain. Dampaknya adalah gelombang ketidakamanan terbesar yang pernah dirasakan benua kita sejak runtuhnya Tembok Berlin," ujar Sanchez, mengingatkan memori Perang Irak 2003.

Ia memperingatkan, membiarkan konflik ini berlanjut sama saja dengan “bermain api” dengan nyawa jutaan orang. Sanchez juga mengkritik keras para pemimpin dunia yang gagal mengedepankan jalur diplomasi.

"Sangat tidak bisa diterima jika para pemimpin yang gagal menjalankan tugasnya justru mencoba menutupi kegagalan itu dengan tameng perang," tegasnya.

Sikap tegas Madrid memicu ketegangan dengan Washington. Pedro Sanchez secara terbuka menolak serangan militer AS-Israel ke Iran, langkah yang memunculkan ancaman boikot perdagangan dari Presiden AS Donald Trump.

Sebagai bentuk protes nyata, Spanyol melarang penggunaan pangkalan militernya untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat, menjadikan Madrid sebagai salah satu suara paling lantang di Uni Eropa yang mempertanyakan legalitas serangan tersebut.

Donald Trump membalas dengan keras, mengancam akan menghentikan total perdagangan dengan Spanyol. "Kita akan hentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Kita tidak ingin lagi berhubungan dengan mereka," tegas Trump dalam keterangan pers bersama Kanselir Jerman, Friedrich Merz. (Aljazeera/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya