Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Suriah Kerahkan Ribuan Pasukan ke Perbatasan Libanon, Antisipasi Konflik Israel-Hizbullah

Haufan Hasyim Salengke
04/3/2026 09:50
Suriah Kerahkan Ribuan Pasukan ke Perbatasan Libanon, Antisipasi Konflik Israel-Hizbullah
Pasukan keamanan Suriah berjaga di depan kompleks markas besar tentara Suriah dan Kementerian Pertahanan yang rusak parah di Damaskus, menyusul serangan Israel pada 16 Juli 2025.(Bakr ALkasem/AFP)

KETEGANGAN di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah Suriah dilaporkan mengerahkan ribuan personel militer dan unit peluncur roket ke wilayah perbatasan dengan Libanon. Langkah ini dilakukan di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah yang kembali membara.

Berdasarkan laporan delapan sumber dari otoritas keamanan Suriah dan Libanon, Selasa (3/3), penguatan militer ini mencakup unit infanteri, kendaraan lapis baja, serta peluncur roket jarak pendek jenis Grad dan Katyusha. Penempatan pasukan ini terkonsentrasi di wilayah pedesaan Homs barat dan selatan Tartus.

Seorang perwira senior Suriah menyatakan bahwa operasi ini sebenarnya telah dimulai sejak Februari lalu, namun intensitasnya meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, pihak Damaskus menegaskan bahwa mobilisasi ini murni bersifat defensif.

"Suriah tidak memiliki rencana aksi militer terhadap negara tetangga mana pun. Namun, kami siap menghadapi ancaman keamanan apa pun terhadap kedaulatan negara maupun mitra kami," ujar seorang pejabat keamanan Suriah.

Mencegah Infiltrasi dan Penyelundupan

Selain faktor pertahanan nasional, sumber militer menyebutkan bahwa pengerahan Divisi ke-52 dan ke-84 ini bertujuan untuk memutus jalur penyelundupan senjata dan narkoba. Selain itu, langkah ini diambil untuk mencegah infiltrasi anggota Hizbullah atau milisi lainnya ke wilayah Suriah.

Hubungan antara Damaskus dan Beirut memang memiliki sejarah panjang yang kompleks, terutama setelah penarikan pasukan Suriah dari Libanon pada 2005 silam. Saat ini, Damaskus berupaya menjaga keseimbangan hubungan di tengah situasi domestik yang masih rapuh pascaperang saudara selama 14 tahun.

Di sisi lain, situasi di Libanon selatan kian mencekam. Israel terus meluncurkan serangan udara yang memaksa puluhan ribu warga sipil mengungsi, di mana sebagian besar di antaranya melarikan diri menuju perbatasan Suriah untuk mencari perlindungan.

Seorang pejabat keamanan senior Libanon menyebutkan bahwa penempatan peluncur roket di sepanjang pegunungan perbatasan timur merupakan langkah antisipatif Damaskus terhadap kemungkinan serangan atau tindakan provokatif dari Hizbullah yang dapat menyeret Suriah ke dalam konflik lebih luas. (Al Arabiya/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya