Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

AS Serang Puluhan Target ISIS di Suriah Menyusul Kematian Tentaranya

Haufan Hasyim Salengke
20/12/2025 11:00
AS Serang Puluhan Target ISIS di Suriah Menyusul Kematian Tentaranya
Para penerbang AS bersiap memuat sistem amunisi GBU-31 ke pesawat tempur F-15E Strike Eagle untuk mendukung Operasi Hawkeye Strike saat militer AS melancarkan serangan skala besar terhadap puluhan target ISIS di Suriah, 19 Desember 2025.(Middle East Online)

AMERIKA Serikat mengumumkan mereka telah melakukan serangkaian serangan berskala besar di Suriah terhadap kelompok radikal ISIS, infrastruktur, dan lokasi senjata sebagai pembalasan atas serangan mematikan terhadap anggota militer AS awal bulan ini.

"Ini bukan awal dari perang, ini adalah deklarasi pembalasan," tulis Menteri Pertahanan Pete Hegseth di X seperti dikutip Newsweek. "Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Trump, tidak akan pernah ragu dan tidak akan pernah menyerah untuk membela rakyat kita."

Newsweek menghubungi Pentagon melalui email di luar jam kerja normal pada Jumat (19/12) malam untuk meminta komentar.

Seorang anggota ISIS menyergap pasukan AS di Suriah pekan lalu, menewaskan tiga anggota militer AS--dua tentara Garda Nasional Iowa dan seorang penerjemah sipil. Serangan itu menandai serangan mematikan pertama terhadap pasukan AS di Suriah sejak jatuhnya Presiden Bashar al-Assad.

Angkatan Darat AS mengidentifikasi para prajurit tersebut beberapa hari setelah serangan sebagai Sersan Edgar Brian Torres Tovar, 25, dari Des Moines, dan Sersan William Nathaniel Howard, 29, dari Marshalltown. Penerjemah diidentifikasi sebagai Ayad Mansoor Sakat, 54, dari Macomb Township, Michigan.

Pemerintah sementara Suriah dan angkatan bersenjatanya telah berkomitmen untuk membantu AS memerangi keberadaan kelompok militan ISIS.

AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Suriah di bawah Assad, tetapi pemerintahan Trump telah mengupayakan hubungan yang lebih dekat antara kedua negara, bahkan menjamu Presiden sementara Ahmad al-Sharaa di Washington bulan lalu.

Presiden Trump dan Hegseth mengonfirmasi serangan dan kematian para anggota militer dan penembak ISIS sebelum bersumpah untuk membalas dendam pekan lalu, menepati janji mereka pada hari Jumat dengan selusin serangan terhadap target ISIS. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik