Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Militer Libanon Tewas akibat Serangan Udara Israel

Dhika Kusuma Winata
24/12/2025 21:26
Militer Libanon Tewas akibat Serangan Udara Israel
Ilustrasi.(AFP/JALAA MAREY)

MILITER Libanon mengonfirmasi seorang prajuritnya tewas dalam serangan udara Israel pada Senin (22/12) waktu setempat. Libanon juga membantah keras tudingan Tel Aviv yang menyebut korban merupakan anggota Hizbullah.

Dalam pernyataan resmi pada Selasa (23/12) waktu setempat, Angkatan Darat Libanon menyebut korban yakni Sersan Mayor Ali Abdullah gugur akibat serangan udara Israel yang menyasar mobil yang ditumpanginya di dekat Kota Sidon, Libanon selatan. Kantor Berita Nasional Libanon melaporkan, serangan tersebut menewaskan tiga orang.

Di sisi lain, militer Israel mengklaim serangan itu menewaskan tiga anggota Hizbullah. Dalam pernyataannya, Tel Aviv menyebut target merupakan teroris yang juga bertugas di unit intelijen Libanon.

Tudingan itu langsung dibantah pihak Beirut. Seorang pejabat militer Lebanon menegaskan klaim Israel tidak benar dan menyebutnya sebagai dalih untuk membenarkan serangan.

Angkatan Darat Libanon dalam pernyataan terpisah membantah informasi terkait afiliasi personel militer mereka yang disebarkan oleh kubu Israel.

Menteri Pertahanan Libanon Michel Menassa turut mengecam laporan yang mengaitkan personel militer dengan kelompok tertentu. Ia menyebut informasi tersebut merupakan serangan jahat.

“Personel militer Libanon hanya memiliki satu kesetiaan, yaitu kepada tanah air. Mempertanyakan loyalitas anggota institusi justru melayani kepentingan musuh-musuh Libanon," ujar Menassa.

Israel dalam beberapa bulan terakhir terus melancarkan serangan ke wilayah Libanon dengan alasan menargetkan lokasi dan anggota Hizbullah meski gencatan senjata telah diberlakukan. Israel menuding Hizbullah kembali memperkuat persenjataannya.

Sementara itu, pemerintah Libanon berkomitmen melucuti senjata Hizbullah dimulai dari wilayah selatan. Militer Libanon menargetkan penyelesaian pelucutan senjata kelompok tersebut di selatan Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel, sebelum akhir tahun. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik