Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Xi Jinping Percepat Bersih-Bersih Militer, 2 Jenderal Jadi Sasaran

Ferdian Ananda Majni
03/2/2026 10:45
Xi Jinping Percepat Bersih-Bersih Militer, 2 Jenderal Jadi Sasaran
Presiden Tiongkok Xi Jinping(Pedro PARDO / AFP)

PRESIDEN Xi Jinping tengah melakukan penyelidikan antikorupsi terhadap sejumlah petinggi militer, termasuk Jenderal senior Zhang Youxia, untuk memperkuat efektivitas dan profesionalisme angkatan bersenjata.  Media pemerintah menyebut langkah ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan yang dinilai melemahkan kesiapan tempur militer negara tersebut.

Kementerian Pertahanan Tiongkok sebelumnya mengonfirmasi bahwa Presiden Xi Jinping sedang menyelidiki Zhang Youxia, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) yang memiliki pengaruh besar, serta Liu Zhenli Kepala Departemen Staf Gabungan CMC yang bertanggung jawab atas perencanaan operasi tempur. 

Keduanya menjadi pejabat terbaru yang terseret dalam kampanye besar pemberantasan korupsi yang digencarkan sejak Presiden Xi Jinping berkuasa lebih dari satu dekade lalu. Meski demikian, Kementerian Pertahanan tidak memerinci alasan dibukanya penyelidikan terhadap kedua tokoh militer tersebut.

Harian resmi militer Tiongkok, PLA Daily, dalam editorial halaman depan yang terbit Senin (2/2), secara tegas menyebut Zhang dan Liu sebagai elemen korup di tubuh militer yang akan dibersihkan Xi Jinping.

"Investigasi dan hukuman yang tegas terhadap Zhang dan Liu menghilangkan hambatan dan memeras air yang mengencerkan efektivitas tempur," demikian tulis editorial tersebut.

Pendukung Presiden Xi Jinping menilai kampanye antikorupsi telah mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih bersih. Namun, sebagian kalangan menganggap kebijakan ini juga menjadi alat politik Xi untuk menyingkirkan rival-rivalnya.

Dylan Loh, profesor di Nanyang Technological University, Singapura, menilai langkah PLA Daily yang berulang kali menyoroti kasus Zhang dan Liu sebagai sesuatu yang tidak lazim.

"Referensi tentang efektivitas tempur adalah pengakuan bahwa korupsi di tingkat tertinggi telah memengaruhi kesiapan tempur dan juga menunjukkan tekad Xi untuk memberantas mereka (para pejabat korup), betapapun sulitnya," kata Loh kepada AFP.

Menurut Loh, editorial tersebut juga menegaskan bahwa seluruh prajurit harus menyatukan pikiran dan tindakan mereka dengan keputusan serta penempatan strategis Komisi Militer Pusat dan Xi Jinping.

"Itu berarti ada beberapa pengabaian dan penolakan terhadap perintah dan arahan pribadi Xi," tambahnya.

Sementara itu, profesor dan pakar Asia Timur di Soka University, Jepang,  Lim Tai Wei menilai editorial tersebut memperkuat posisi pemberantasan korupsi sebagai agenda utama reformasi militer Tiongkok yang dilakukan Xi Jinping.

"Ini menghubungkan penyelidikan Zhang dan Liu sebagai bagian dari upaya untuk memprofesionalkan militer dan membuatnya lebih ramping agar efektif dalam memenangkan perang," sebut Lim. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya