Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Mahasiswa Indonesia dari Beijing Berbagi untuk Anak Indonesia

Syarief Oebaidillah
07/3/2026 21:41
Mahasiswa Indonesia dari Beijing Berbagi untuk Anak  Indonesia
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MAHASIWA Indonesia di Beijing di bawah naungan PERMIT Beijing belum lama ini .melakukan kunjungan ke Panti Yauma Palmerah dalam rangka memberikan dukungan dan perhatian kepada anak-anak panti asuhan

Kesadaran terhadap pentingnya kepedulian kepada anak-anak terlebih pada mereka anak-anak yatim piatu menjadi landasan penting bagi kunci masa depan kemajuan negeri, hal itu jugalah yang melandasi kegiatan “PERMIT Charity 2026” ini.

Mengangkat tema “Berbagi Kehangatan dan Cinta Kasih”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa-mahasiswi dari berbagai universitas di Beijing seperti BIT, Peking, Tsinghua, BFSU, BNU, Beihang, BLCU, dan UIBE untuk berkontribusi. PERMIT Beijing menjadi payung bagi mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas tersebut  memberi dukungan kegiatan tersebut.

Penyelenggaraan acara ini  disambut hangat para pengurus serta anak-anak di panti asuhan. Bentuk kehangatan dan cinta kasih dihantarkan mahasiswa Indonesia di Beijing, kebahagiaan dan kehangatan hati dipancarkan  panti asuhan. Bagi mahasiswa Indonesia di Beijing, keceriaan yang tumbuh atas kehadiran mereka membangun rasa suka cita,  anak-anak yang berbahagia.

 PERMIT Beijing bawa tidak sekedar kehangatan semata, mereka juga hadir untuk membantu keberlanjutan panti asuhan tersebut, bantuan sosial yang telah terakumulasikan dari donasi banyaknya mahasiswa, diaspora, serta masyarakat lainnya diserahkan kepada panti asuhan tersebut.

“Kegiatan yang kami selenggarakan bukan sekedar sebagai wadah  mahasiswa Indonesia di Beijing,  juga sebagai penggerak, PERMIT Beijing ingin membangun rasa empati, simpati, serta menumbuhkan kesadaran sosial sebagai pembangunan karakter mahasiswa," kata Jonathan, selaku Ketua Pelaksana  PERMIT Charity 2026 dalam keterangannya yang diterima hari ini.

Ditekankannya,kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air, Indonesia. Terlebih Indonesia adalah negara dengan budaya komunal yang sangat kuat, dengan demikian PERMIT Beijing ingin menghidupkan semangat tersebut secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian yang konsisten.

Menurut Jonathan di tengah isu nasionalisme diaspora Indonesia di luar negeri, PERMIT Beijing muncul sebagai bukti nyata bahwa nasionalisme diaspora mahasiswa Indonesia di luar negeri itu tetap hidup dan menyala.

Kontribusi mahasiswa Indonesia di Beijing kepada anak-anak yatim piatu bukan sekedar bentuk empati melainkan juga bentuk peduli terhadap bangsa dan negara, suatu bentuk rasa cinta tanah air yang terus hidup.

"Sebagaimana peribahasa Indonesia mengatakan “Api nan tak kunjung padam”, suatu semangat yang akan terus hidup selama-lamanya dimanapun kita berada dan kapanpun,"pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya