Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN Mahasiswa Indonesia Tiongkok (PERMIT) Beijing menggelar acara penyambutan mahasiswa Indonesia di Tiongkok bertajuk “Welcoming Festival: Harmony of Nusantara” pada Sabtu (25/10) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing. Acara berlangsung meriah dihadiri 816 mahasiswa Indonesia dari lebih 40 universitas di berbagai kota seperti Beijing, Shijiazhuang, Tianjin, Zhengzhou, dan Yangzhou.
Kegiatan ini turut dihadiri Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, Atase Pertahanan KBRI Beijing, Laksamana Pertama Sumartono, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Yudil Chatim, serta para Atase, Koordinator Fungsi, dan staf KBRI Beijing lainnya.
Rangkaian acara meliputi laporan kegiatan, sambutan dari pejabat KBRI, penganugerahan mitra industri, pengukuhan organisasi mahasiswa Indonesia di berbagai kota, penghargaan bagi mahasiswa berprestasi, serta penampilan tarian dan pertunjukan seni dari berbagai universitas di Tiongkok.
Melalui keterangan yang diterima hari ini, Victor Hugo Yapadli, Ketua PERMIT Beijing, mengutarakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi juga sarana mempererat hubungan antarmahasiswa dan membangun sinergi antara dunia akademik, budaya, dan industri.
“Acara ini dihadiri 816 mahasiswa Indonesia dari lebih 40 universitas di Tiongkok. Kami bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing bapak Yudil Chatim juga mengundang 19 dari 31 mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ungkap Victor Hugo Yapadli.
Melalui kegiatan ini, Victor berharap dapat melestarikan budaya Indonesia di luar negeri, mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi, dan membuka peluang kerja sama dengan dunia industri agar mahasiswa bisa langsung terjun dalam kegiatan ekonomi, termasuk magang di perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Yudil Chatim, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dan mitra industri dalam mendukung pengembangan karier mahasiswa Indonesia di Tiongkok.
“Hari ini hadir tiga perusahaan yang akan menyediakan program magang bagi mahasiswa Indonesia pada liburan musim dingin mendatang, lengkap dengan gaji dan sertifikat resmi. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan dunia industri,” ujar Yudil Chatim.
“Kami di KBRI Beijing sepenuhnya mendukung kerja sama ini agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di Tiongkok maupun di Tanah Air, sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.
Mahasiswa Jembatan Diplomasi
Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Tiongkok di masa depan.
“Hubungan Indonesia–Tiongkok harus terus dijaga. Dalam 20 tahun ke depan, Tiongkok akan menjadi kekuatan ekonomi global, sementara Indonesia akan menempati posisi kelima atau enam dunia sebagai pemimpin ASEAN,” ujar Djauhari Oratmangun.
“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai jembatan yang memperkokoh hubungan kedua negara. Pelajarilah bahasa Mandarin dengan sungguh-sungguh dan pahami budaya Tiongkok, karena dengan itu kontribusi kalian bagi masa depan hubungan bilateral akan sangat signifikan,” pesannya.
Selain itu, Atase Pertahanan KBRI Beijing, Laksamana Pertama Sumartono, turut memberikan pesan inspiratif bagi para mahasiswa. Beliau mengenang awal berdirinya PERMIT Beijing pada tahun 2008, saat dirinya bertugas sebagai penasihat organisasi mahasiswa tersebut.
“Dimanapun kita berada, tetaplah menjadi duta bangsa. Kami di Kantor Atase Pertahanan siap menjadi support system bagi kesuksesan adik-adik PERMIT Beijing,” ujar Laksamana Pertama Sumartono.
Selain sambutan dan penghargaan, acara juga menampilkan beragam tarian tradisional Indonesia yang dibawakan oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Beijing, seperti Tsinghua University, Peking University, Beihang University, Beijing Institute of Technology, BFSU, BLCU, UIBE, dan BNU.
Puncak acara ditutup dengan penampilan spesial dari para mahasiswa baru Indonesia di Tiongkok, sebagai simbol regenerasi dan semangat kebersamaan di perantauan.
PERMIT Beijing (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok cabang Beijing) adalah organisasi kemahasiswaan yang resmi berdiri pada tanggal 1 Juni 2008, serta mendapat pengakuan dan perlindungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok.
Sebagai wadah bagi mahasiswa Indonesia di Beijing, PERMIT Beijing berkomitmen untuk mendukung perkembangan akademis dan sosial mahasiswa Indonesia di Beijing. Dengan berbagai program dan kegiatan, PERMIT Beijing berperan aktif dalam menciptakan komunitas yang solid dan berdaya saing di lingkungan internasional.(H-2)
Bantuan beasiswa dari ICMI ini ditujukan bagi mahasiswa UICI yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
Untar berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan solusi yang paling tepat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi semua pihak terkait.
Para mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program mulai 2-22 Februari 2026. Adapun pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pada 2 dan 11 Februari 2026.
Selain perpustakaan, UBM menghadirkan The UBM Immersive Design Lab sebagai ruang eksplorasi berbasis teknologi bagi mahasiswa Program Studi Desain Interaktif.
Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai budaya kerja profesional dan pentingnya integrasi tim legal dalam kesuksesan berbagai sektor bisnis.
Wakil Duta Besar Gita Kamath bertemu dengan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena untuk membahas kerja sama Australia dengan NTT.
Kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Manado juga merayakan hubungan pendidikan antara Indonesia dan Australia.
Di Ambon, Dubes Brazier mengunjungi Pemakaman Commonwealth di Ambon, untuk meletakkan karangan bunga di tugu peringatan bagi warga Australia yang gugur dalam peperangan di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto melantik 10 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dan 1 wakil duta besar untuk sejumlah negara sahabat.
Momen yang paling menyentuh bagi Masaki Yasushi ialah saat berkunjung ke Biak, Papua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved