Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

DPR Kecam Teror terhadap Ketua BEM UGM Terkait Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Rahmatul Fajri
13/2/2026 17:27
DPR Kecam Teror terhadap Ketua BEM UGM Terkait Kasus Anak Bunuh Diri di NTT
Gedung MPR/DPR/DPD RI .(Ist)

ANGGOTA Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi, mengecam keras tindakan teror yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. Teror tersebut muncul setelah Tiyo menyuarakan keprihatinan atas kasus bunuh diri seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hilman menilai aksi intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.

"Tindakan teror kepada adinda Tiyo, Ketua BEM UGM tentu sangat tidak sepatutnya dilakukan. Saya sangat menyayangkan aksi itu, itu sama saja dengan praktik pembungkaman," ujar Hilman melalui keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Desak Pengusutan Tuntas
Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dalang di balik ancaman tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Ketua BEM UGM adalah bagian dari kebebasan berpendapat yang konstitusional.

"Saya minta aparat mengusut tuntas siapa dalang aksi teror ke adinda Tiyo. Bagaimanapun suara Tiyo itu adalah wujud keterbukaan, wujud kebebasan berpendapat yang sangat perlu dihormati," tegas Hilman.

Sikapi Kritik dengan Bijak
Hilman juga mengingatkan semua pihak agar tetap tenang dalam menghadapi dinamika sosial, terutama terkait tragedi kemanusiaan di NTT. Ia menekankan bahwa kritik terhadap penanganan kasus tersebut seharusnya dijawab dengan perbaikan kinerja, bukan intimidasi.

"Semua pasti berduka, saya juga sangat prihatin dengan apa yang dialami anak kita di NTT, tapi menyikapi hal itu juga perlu keterbukaan hati, kekuatan pikir, dan setiap kritik terhadap penanganan kasusnya harus disikapi dengan bijak, bukan malah dengan teror," pungkasnya.

Kronologi Teror
Sebelumnya, Tiyo Ardianto melaporkan adanya ancaman penculikan melalui pesan singkat WhatsApp dari nomor luar negeri berkode Inggris. Ancaman ini muncul empat hari setelah BEM UGM melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait kegagalan menjamin hak dasar anak di NTT.

Selain ancaman fisik, peneror juga melakukan pembunuhan karakter dengan menuding Tiyo sebagai antek asing. “Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan ancaman tersebut. (Faj/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya