Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya tengah melakukan pendalaman intensif terkait kasus teror yang menimpa pemengaruh (influencer) Ramon Dony Adam alias DJ Donny. Fokus utama penyelidikan saat ini tertuju pada analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menangkap detik-detik aksi pelemparan bom molotov di kediaman korban.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyatakan bahwa tim penyidik sedang membedah bukti visual tersebut untuk mengidentifikasi pelaku.
"Itu kan perlu kami analisis," ujar Iman saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Rabu (7/1).
Identifikasi Fakta Hukum
Iman menjelaskan bahwa kepolisian terus mengumpulkan dan memverifikasi fakta-fakta hukum di lapangan. Langkah ini diambil guna menentukan konstruksi pasal yang tepat serta mengungkap identitas dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
"Mudah-mudahan segera bisa merekonstruksikan pasalnya maupun tersangkanya siapa," lanjutnya.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. Para saksi tersebut merupakan pihak yang dianggap mengetahui, mendengar, melihat, atau mengalami langsung rangkaian peristiwa teror di lokasi kejadian. Iman menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional.
Kronologi Teror Beruntun
Kasus ini bermula saat DJ Donny melaporkan serangkaian teror fisik di rumahnya yang terjadi dalam waktu berdekatan. Teror pertama berupa pengiriman bangkai binatang pada Senin (29/12), yang disusul aksi lebih nekat berupa pelemparan bom molotov pada Rabu (31/12) dini hari.
"Jadi kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya, lalu, semalam jam 3.00 WIB di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya," ungkap Donny saat melaporkan kasusnya di Polda Metro Jaya.
Ancaman Keselamatan Publik
Donny menekankan bahwa keputusannya menempuh jalur hukum didasari oleh kekhawatiran atas keselamatan orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, serangan menggunakan api seperti bom molotov berisiko besar menciptakan kebakaran luas yang bisa merambat ke pemukiman tetangga.
"Kalau rumah saya terbakar, mungkin enggak ada masalah, tapi kalau sampai rumah tetangga saya, rumah orang lain, nah, itu kan jadi masalah. Makanya hari ini saya harus lapor ke Polda Metro Jaya," tandasnya. (Ant/P-2)
Kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang merampas harta benda masyarakat secara paksa.
POLISI melakukan penggeledahan terhadap pengemudi mobil yang lawan arah di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Polisi mendapati ada empat pasang TNKB berlainan dan senjata tajam
Simak kronologi lengkap pengemudi Calya (HM) yang ugal-ugalan dan lawan arus di Gunung Sahari, Jakpus. Polisi ungkap alasan pelaku hingga temuan sajam di mobil.
Polisi mengungkap pelaku penganiayaan terhadap pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, yang videonya viral di media sosial
Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka kasus kecelakaan TransJakarta di Swadarma. Gubernur Pramono Anung sebut faktor human error dan jam kerja sopir.
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur tengah mendalami kasus penganiayaan yang melibatkan tiga pegawai SPBU 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.
Siapa DJ Donny? Profil lengkap Ramond Dony Adam, perjalanan dari DJ hiburan ke pengkritik pemerintah yang vokal dan jadi sorotan.
Kronologi teror bom molotov ke rumah DJ Donny di Jakarta. Aksi ini merupakan teror kedua setelah paket bangkai ayam. Kasus telah dilaporkan ke polisi
DJ Donny, resmi melaporkan aksi teror yang menimpa dirinya dan keluarga ke Polda Metro Jaya, Rabu (31/12)
Selain menangkap seluruh tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti bom molotov, ponsel, motor dan barang bukti lainnya.
Hingga kini, aparat Brimob terus melakukan upaya pembubaran massa dengan tembakan gas air mata, sementara situasi sekitar Mako Brimob Kwitang tetap mencekam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved